Coumarin 153 adalah senyawa organik yang digunakan dalam berbagai aplikasi ilmiah dan teknologi, terutama dalam bidang material optik dan elektrolitik. Bahan ini sering ditemukan dalam penelitian terkait OLED (Organic Light-Emitting Diode), karena memiliki kemampuan untuk memancarkan cahaya ketika terpapar listrik. Dalam laboratorium, Coumarin 153 digunakan sebagai bahan dasar dalam pembuatan lapisan aktif OLED, yang berperan penting dalam pengembangan perangkat display canggih.
Karakteristik utama Coumarin 153 termasuk stabilitas kimia yang baik, kemurnian tinggi, dan kemampuan untuk menyerap dan memancarkan cahaya dengan efisiensi tinggi. Senyawa ini juga memiliki struktur molekuler yang khas, yang memungkinkan penyesuaian sifat optik sesuai kebutuhan aplikasi tertentu. Karena kemurniannya yang tinggi, Coumarin 153 sangat cocok untuk penggunaan dalam penelitian yang membutuhkan presisi dan konsistensi hasil.
Di laboratorium Indonesia, Coumarin 153 digunakan dalam penelitian material optik, terutama dalam pengembangan OLED dan perangkat display. Bahan ini juga sering dipakai dalam studi kimia organik dan analisis spektral, karena kemampuannya untuk berinteraksi dengan berbagai jenis radiasi. Peneliti di Indonesia secara aktif menggunakan Coumarin 153 sebagai komponen utama dalam eksperimen yang bertujuan meningkatkan kualitas dan efisiensi perangkat optik.
- Penelitian dan pengembangan OLED untuk perangkat display canggih
- Analisis spektral untuk menentukan sifat optik senyawa organik
- Pembuatan lapisan aktif dalam perangkat elektrolitik
- Studi tentang interaksi cahaya dan material organik
- Pengujian kinerja material dalam lingkungan tertentu
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 53518-18-6 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Materials Science > Electronic Materials > Organic Light-Emitting Diode (OLED) Materials |
| Ukuran kemasan | 200mg |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari cahaya langsung |
Coumarin 153 sebaiknya disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat yang sejuk dan kering, serta jauh dari paparan cahaya langsung untuk mencegah degradasi. Bahan ini bersifat kimia stabil, tetapi tetap harus ditangani dengan hati-hati, terutama dalam penggunaan yang melibatkan pemanasan atau reaksi kimia. Wadah yang digunakan harus terbuat dari bahan yang tidak bereaksi dengan senyawa ini, seperti plastik atau kaca. Dalam laboratorium, selalu pastikan bahwa prosedur keselamatan dan protokol penanganan bahan kimia berlaku.
- Seth dkk. (2006). Interaction of Ionic Liquid with Water in Ternary Microemulsions (Triton X-100/Water/1-Butyl-3-methylimidazolium Hexafluorophosphate) Probed by Solvent and Rotational Relaxation of Coumarin 153 and Coumarin 151. Langmuir doi:10.1021/la061356c
- Mondal dkk. (2016). Solvent organization around the perfluoro group of coumarin 153 governs its photophysical properties: An experimental and simulation study of coumarin dyes in ethanol as well as fluorinated ethanol solvents. The Journal of Chemical Physics doi:10.1063/1.4948704
- Karmakar dkk. (2002). Solvation Dynamics of Coumarin-153 in a Room-Temperature Ionic Liquid. The Journal of Physical Chemistry A doi:10.1021/jp011498+
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
