Calcium Bromide (CaBr₂) adalah senyawa kimia yang digunakan secara luas dalam berbagai reaksi kimia dan proses laboratorium. Bahan ini memiliki sifat larut dalam air dan digunakan sebagai sumber ion bromida dalam berbagai aplikasi. Dalam laboratorium, CaBr₂ sering digunakan sebagai katalis, reagen, atau bahan bantu dalam sintesis senyawa organik dan anorganik. Karena sifatnya yang stabil dan reaktivitas yang terkendali, senyawa ini menjadi pilihan utama dalam berbagai eksperimen kimia.
Calcium Bromide memiliki karakteristik yang membuatnya sangat diminati dalam laboratorium. Ia memiliki struktur kristal yang jelas dan mudah dibuat dalam bentuk padat. Senyawa ini juga memiliki daya larut yang baik dalam pelarut polar seperti air dan etanol, sehingga mudah digunakan dalam berbagai reaksi. Selain itu, CaBr₂ bersifat tidak beracun dan relatif aman dalam penggunaan normal, sehingga cocok untuk laboratorium yang membutuhkan bahan kimia yang dapat diakses secara luas.
Dalam konteks laboratorium Indonesia, Calcium Bromide sering digunakan dalam penelitian kimia, pendidikan, dan industri. Bahan ini menjadi bagian dari persediaan standar di banyak institusi penelitian dan perguruan tinggi. Karena keberadaannya yang stabil dan aplikasi yang luas, CaBr₂ sangat relevan dalam pengembangan ilmu kimia di Indonesia.
- Sebagai sumber ion bromida dalam reaksi kimia organik dan anorganik
- Digunakan dalam proses pemurnian senyawa melalui reaksi ionik
- Bahan bantu dalam sintesis senyawa kompleks yang memerlukan ion bromida
- Dalam reaksi katalitik untuk meningkatkan efisiensi proses kimia
- Sebagai reagen dalam analisis kualitatif dan kuantitatif ion bromida
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 7789-41-5 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Catalysis and Inorganic Chemistry > Main-group Elements |
| Ukuran kemasan | 50g, 250g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk kristal |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup dan jauh dari kelembapan |
Calcium Bromide harus disimpan dalam wadah tertutup dan kering untuk mencegah penyerapan kelembapan yang dapat menyebabkan pengendapan. Bahan ini tidak beracun, tetapi tetap harus ditangani dengan hati-hati untuk menghindari kontak langsung dengan kulit atau mata. Simpan di tempat yang sejuk dan terlindung dari paparan sinar matahari langsung. Pastikan wadah tidak terbuka selama penggunaan untuk menjaga kestabilan bahan.
- Vujević dkk. (2000). Calcium chloride and calcium bromide aqueous solutions of technical and analytical grade in Lemna bioassay. Chemosphere doi:10.1016/s0045-6535(00)00070-9
- Patil dkk. (1991). Thermodynamic properties of aqueous electrolyte solutions. 2. Vapor pressure of aqueous solutions of sodium bromide, sodium iodide, potassium chloride, potassium bromide, potassium iodide, rubidium chloride, cesium chloride, cesium bromide, cesium iodide, magnesium chloride, calcium chloride, calcium bromide, calcium iodide, strontium chloride, strontium bromide, strontium iodide, barium chloride, and barium bromide. Journal of Chemical & Engineering Data doi:10.1021/je00002a021
- Unruh (1993). Ferroelastic phase transitions in calcium chloride and calcium bromide. Phase Transitions doi:10.1080/01411599308203519
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
