3-Chloropropane-1-sulfonyl Fluoride adalah senyawa kimia yang digunakan sebagai bahan baku dalam sintesis senyawa fluorinasi. Bahan ini memiliki struktur kimia kompleks yang memungkinkan reaksi kimia berbagai jenis, seperti reaksi substitusi dan reaksi pembentukan ikatan fluor. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan untuk membangun struktur molekuler yang lebih besar, terutama dalam bidang organofluorina dan sintesis senyawa organik.
Karena sifat kimianya yang reaktif dan kemampuannya untuk membentuk ikatan fluor, senyawa ini menjadi pilihan utama dalam penelitian kimia organik. Ketersediaan dalam bentuk padat dan kemudahan dalam pemrosesan membuatnya mudah digunakan dalam berbagai reaksi kimia. Selain itu, senyawa ini memiliki stabilitas tertentu dalam kondisi tertentu, sehingga memungkinkan penyimpanan yang relatif aman jika diatur dengan tepat.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan secara luas dalam penelitian kimia, terutama di institusi penelitian dan universitas yang fokus pada bidang organofluorina. Bahan ini juga sering ditemukan dalam proyek penelitian yang melibatkan sintesis senyawa baru atau modifikasi molekul untuk keperluan farmasi, material, atau industri kimia.
- Sintesis senyawa fluorinasi digunakan untuk membangun struktur molekul kompleks
- Reaksi substitusi fluor dalam penelitian organofluorina
- Pembuatan senyawa intermediat dalam proses sintesis organik
- Pengembangan material baru dengan sifat khusus
- Penelitian farmakologi untuk sintesis obat baru
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 3821-80-5 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Fluorinated Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 500mg |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari paparan cahaya langsung |
Senyawa ini harus disimpan dalam wadah tertutup dan jauh dari paparan cahaya langsung untuk menjaga stabilitasnya. Wadah yang digunakan harus terbuat dari bahan tahan korosi, seperti plastik atau gelas, dan harus ditutup rapat untuk mencegah penguapan. Karena sifat reaktif dan potensial toksisitasnya, senyawa ini harus ditangani dengan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Penyimpanan di tempat yang sejuk dan kering sangat dianjurkan untuk meminimalkan risiko reaksi kimia yang tidak diinginkan.
—
