Langsung ke informasi produk
1 dari 2

TCI

CAS 3615-37-0

D-(+)-Fucose TCI D0049

D-(+)-Fucose TCI D0049

Identitas Kimia

Nama lain
6-Deoxy-D-galactose · D-(+)-Rhodeose
No. CAS
3615-37-0
PubChem
CID 94270·SID 87566802
Rumus molekul
C6H12O5
Berat molekul
164.16 g/mol
Kemurnian
>98.0%(HPLC)
Basis data rujukan
ChEBI·ChemSpider
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
(2R,3S,4S,5R)-2,3,4,5-tetrahydroxyhexanal
SMILES
CC(C(C(C(C=O)O)O)O)O
InChIKey
PNNNRSAQSRJVSB-DPYQTVNSSA-N
MDL
MDL00135603
Harga reguler Rp 3.207.750,00
Harga reguler Rp 2.258.550,00 Harga obral Rp 3.207.750,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

D-(+)-Fucose dari TCI adalah monosakarida deoksi, tepatnya 6-deoksi-D-galaktosa. Strukturnya menyerupai D-galaktosa, tetapi gugus hidroksil pada karbon keenam diganti dengan atom hidrogen. Di alam, enantiomer L-fukosa jauh lebih umum, terutama sebagai komponen glikan pada sel mamalia. Sementara itu, bentuk D ditemukan dalam glikosida tertentu dari tumbuhan dan mikroorganisme. Dalam katalog TCI, senyawa ini masuk kelompok Glycoscience. Di laboratorium, D-(+)-Fucose berperan sebagai standar karbohidrat, analog gula untuk studi biologis, dan bahan awal sintesis glikokimia.

Daya tarik utama D-(+)-Fucose terletak pada kemiripannya dengan gula lain yang lebih umum. Karena struktur dasarnya mirip D-galaktosa namun tidak memiliki hidroksil di C-6, senyawa ini sering dipakai untuk menguji seberapa penting gugus tersebut bagi pengikatan protein, kerja enzim, atau transpor gula. Dalam mikrobiologi dan biologi molekuler, D-fukosa juga dikenal sebagai analog gula yang tidak mudah dimetabolisme dan dapat memengaruhi regulasi sistem operon gula tertentu. Selain itu, senyawa ini menjadi pembanding penting untuk L-fukosa dalam studi stereospesifisitas lektin dan enzim.

Bagi laboratorium di Indonesia, D-(+)-Fucose relevan untuk riset glikobiologi, biokimia karbohidrat, mikrobiologi, dan kimia bahan alam yang menelaah glikosida tumbuhan lokal. Senyawa ini juga berguna sebagai standar dalam analisis komposisi monosakarida setelah hidrolisis polisakarida atau glikosida. Kemasan 1 g cukup untuk keperluan standar analitik dan uji biologis skala kecil. Kemasan 5 g mendukung pekerjaan sintesis atau rangkaian eksperimen yang lebih panjang.

  • Standar analisis monosakarida: D-(+)-Fucose dipakai sebagai pembanding pada HPLC, kromatografi gas setelah derivatisasi, atau KLT untuk mengidentifikasi gula deoksi hasil hidrolisis glikosida.
  • Studi spesifisitas lektin dan enzim: senyawa ini digunakan bersama L-fukosa dan D-galaktosa untuk menguji pengenalan stereokimia serta peran gugus hidroksil C-6 dalam pengikatan.
  • Riset regulasi operon gula bakteri: sebagai analog gula yang sulit dimetabolisme, D-fukosa bermanfaat untuk mempelajari induksi atau hambatan ekspresi gen pada sistem metabolisme gula mikroba.
  • Sintesis glikosida dan oligosakarida: D-(+)-Fucose menjadi bahan awal untuk menyiapkan donor atau akseptor glikosil berbasis gula deoksi dalam riset kimia karbohidrat.
  • Kajian transpor dan metabolisme gula: kemiripannya dengan galaktosa membuatnya berguna sebagai pesaing atau analog dalam studi transporter dan jalur metabolisme karbohidrat.

Merek TCI
Nomor CAS 3615-37-0
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Chemical Biology > Glycoscience
Ukuran kemasan 1g, 5g
Bentuk fisik serbuk padat
Penyimpanan wadah tertutup rapat, sejuk, dan kering, terlindung dari kelembapan

Karbohidrat seperti D-(+)-Fucose cenderung menyerap uap air dari udara, apalagi di iklim Indonesia yang lembap. Karena itu, simpan dalam wadah asli yang tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, idealnya di dalam desikator setelah botol dibuka. Gunakan spatula bersih dan kering, lalu tutup kembali wadah segera setelah menimbang. Untuk aplikasi biologis, siapkan larutan dengan air atau dapar steril dan simpan dingin dalam waktu terbatas. Kenakan sarung tangan dan kacamata pelindung sesuai praktik laboratorium yang baik.

  • Faesal dkk. (2026). Assessment of Serum Fucose, Protein-Bound Fucose, and Lipid-Associated Fucose in Primary Hypothyroidism. Zanco Journal of Medical; Sciences doi:10.15218/zjms.2026.051
  • BOEHM dkk. (1995). ChemInform Abstract: Synthesis of Glycosides of Fucose under Neutral Conditions in Solutions of LiClO4 in Organic Solvents.. ChemInform doi:10.1002/chin.199537243
  • Leck dkk. (2004). Purification and characterization of the l-fucose transporter. Protein Expression and Purification doi:10.1016/j.pep.2004.06.028

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.