2,6-Dibromo-4-nitrophenol adalah senyawa kimia yang memiliki struktur aromatik dan merupakan bagian dari kelompok senyawa fenol. Senyawa ini sering digunakan dalam berbagai reaksi kimia sebagai bahan baku untuk sintesis senyawa kompleks, terutama dalam bidang organik dan farmasi. Dalam laboratorium, senyawa ini berperan sebagai bahan dasar yang dapat bereaksi dengan berbagai reagen untuk menghasilkan senyawa dengan fungsi tertentu.
2,6-Dibromo-4-nitrophenol memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, tetapi sangat reaktif terhadap berbagai kondisi kimia seperti suhu tinggi atau pengaruh katalis. Senyawa ini juga memiliki kelarutan yang baik dalam pelarut organik seperti etil asetat atau etanol, sehingga memudahkan dalam proses pemrosesan laboratorium. Karena sifat reaktivitasnya, senyawa ini dipilih karena kemampuannya untuk berpartisipasi dalam berbagai jenis reaksi kimia.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan secara luas dalam penelitian kimia, terutama dalam bidang sintesis senyawa organik, analisis kimia, dan pengembangan produk farmasi. Ketersediaannya dalam bentuk kemasan yang praktis dan kualitas yang terjamin menjadikannya pilihan yang tepat untuk para peneliti dan praktisi di berbagai institusi pendidikan dan penelitian.
- Sintesis senyawa organik kompleks yang membutuhkan reaktivitas tinggi
- Analisis kimia untuk identifikasi senyawa aromatik dalam sampel
- Pengembangan obat dan bahan farmasi melalui reaksi substitusi
- Penelitian tentang reaksi kimia dalam kondisi tertentu
- Pemrosesan bahan baku dalam produksi bahan kimia industri
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 99-28-5 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25g |
| Bentuk fisik | Serbuk kristalin |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Senyawa ini harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat yang sejuk dan kering untuk mencegah kontaminasi dan reaksi kimia yang tidak diinginkan. Karena sifat reaktifnya, senyawa ini harus ditangani dengan hati-hati, menggunakan peralatan pelindung seperti sarung tangan dan masker. Penyimpanan yang tepat akan memperpanjang masa pakai dan menjaga kualitas senyawa tersebut dalam proses penelitian.
—


