2,4-Dibromo-6-nitrophenol adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi kimia untuk sintesis senyawa kompleks. Bahan ini sering ditemukan dalam berbagai aplikasi seperti sintesis senyawa heterosiklik, pengembangan obat, dan penelitian material. Sebagai building block kimia, senyawa ini memiliki struktur dasar yang dapat diubah melalui reaksi kimia untuk menghasilkan senyawa dengan fungsi spesifik.
Karakteristik utama dari 2,4-Dibromo-6-nitrophenol termasuk kestabilan kimia dan kemampuan untuk berpartisipasi dalam berbagai reaksi substitusi dan reaksi elektrofilik. Senyawa ini juga memiliki kelarutan yang baik dalam pelarut organik, sehingga memudahkan proses pemrosesan dan penggunaannya dalam laboratorium. Karena sifat kimianya yang stabil dan reaktif, senyawa ini menjadi pilihan utama dalam penelitian ilmiah.
Di laboratorium Indonesia, 2,4-Dibromo-6-nitrophenol digunakan dalam penelitian kimia, farmasi, dan material. Bahan ini sangat relevan untuk penelitian yang memerlukan senyawa dengan struktur aromatik dan substitusi halogen serta nitro. Karena kehandalannya, senyawa ini sering dipilih oleh peneliti untuk aplikasi yang membutuhkan presisi dan konsistensi dalam sintesis kimia.
Produk TCI terkait
- Sintesis senyawa heterosiklik untuk pengembangan obat
- Reaksi substitusi halogen dalam sintesis senyawa aromatik
- Penelitian material dengan struktur kompleks dan sifat kimia spesifik
- Pengembangan senyawa kimia untuk aplikasi industri farmasi
- Penelitian tentang reaktivitas senyawa aromatik dalam berbagai kondisi kimia
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 15969-09-2 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 1g |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan kelembapan |
2,4-Dibromo-6-nitrophenol harus disimpan dalam wadah tertutup dan kering, serta jauh dari sumber panas dan sinar matahari langsung. Bahan ini bersifat kimia yang stabil, tetapi tetap perlu dihindari kontak langsung dengan kulit dan mata. Dalam laboratorium, bahan ini sebaiknya ditangani menggunakan alat pelindung seperti sarung tangan dan kacamata pelindung. Penyimpanan yang tepat akan memastikan kualitas dan keamanan penggunaan bahan ini dalam penelitian.
—

