Diethylene Glycol Monohexyl Ether (DEGME) adalah senyawa kimia yang digunakan sebagai bahan baku dalam berbagai reaksi kimia. Bahan ini sering ditemukan dalam laboratorium sebagai komponen dalam sintesis senyawa organik, terutama dalam pembuatan ester dan senyawa dengan struktur kompleks. DEGME memiliki sifat polar yang cukup tinggi, sehingga dapat berperan sebagai pelarut atau reaktan dalam berbagai proses kimia. Produk ini juga digunakan dalam pembuatan bahan kimia industri seperti pelarut dan bahan tambahan makanan.
DEGME memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi normal, namun tetap harus ditangani dengan hati-hati karena bersifat iritatif. Senyawa ini memiliki daya larut yang baik dalam pelarut organik seperti etil asetat dan etanol. Karena sifat polar dan daya larutnya, DEGME sering dipilih sebagai bahan bantu dalam reaksi kimia yang membutuhkan pengendalian polaritas.
Dalam konteks laboratorium di Indonesia, DEGME sangat relevan untuk penelitian kimia dan industri. Banyak institusi penelitian dan perusahaan manufaktur membutuhkan bahan ini untuk pengembangan produk kimia baru, termasuk dalam bidang farmasi, kosmetik, dan bahan baku industri. Ketersediaan produk ini memudahkan peneliti dan industri dalam memenuhi kebutuhan bahan kimia yang khusus.
- Sintesis senyawa ester dalam reaksi kimia organik
- Penggunaan sebagai pelarut dalam proses isolasi senyawa aktif
- Pembuatan bahan baku untuk industri kosmetik dan farmasi
- Penelitian tentang sifat polaritas dan reaktivitas senyawa organik
- Pengujian keterlarutan senyawa dalam berbagai pelarut organik
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 112-59-4 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25mL, 500mL |
| Bentuk fisik | Cairan jernih |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
DEGME harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, menjauh dari sumber panas dan sinar matahari langsung. Wadah yang digunakan harus terbuat dari bahan tahan korosi, seperti gelas atau plastik yang tahan terhadap bahan kimia. Selama penanganan, pengguna harus memakai alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker, karena senyawa ini dapat menyebabkan iritasi kulit dan mata.
- Chew dkk. (1990). MONOHEXYL ETHER OF ETHYLENE GLYCOL AND DIETHYLENE GLYCOL AS MICROEMULSION COSURFACTANTS. Journal of Dispersion Science and Technology doi:10.1080/01932699008943235
- Lee dkk. (1996). Liquid−Liquid Equilibria and Partitioning of o-Chlorophenol in Ethylene Glycol Monobutyl Ether + Water, Diethylene Glycol Monohexyl Ether + Water, and Poly(oxyethylene(4)) Lauryl Ether + Water. Journal of Chemical & Engineering Data doi:10.1021/je9601164
- Chiou dkk. (2004). Liquid–liquid equilibria for the ternary system water + diethylene glycol monohexyl ether + 2-methyl-2-butanol. Fluid Phase Equilibria doi:10.1016/j.fluid.2004.01.004
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
