Ethylene Glycol Monohexyl Ether (EGMHE) adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi kimia untuk memfasilitasi proses sintesis dan reaksi organik. Bahan ini sering digunakan sebagai pelarut atau reaktan dalam laboratorium, terutama dalam bidang kimia organik dan sintesis senyawa kompleks. Sebagai salah satu dari senyawa building blocks, EGMHE memiliki peran penting dalam pembentukan struktur molekuler yang lebih kompleks.
Dengan sifat polar dan kemampuannya untuk larut dalam berbagai pelarut organik, EGMHE menjadi pilihan yang ideal dalam reaksi kimia yang membutuhkan kestabilan dan kelarutan yang baik. Karakteristik ini membuatnya cocok untuk digunakan dalam proses pemisahan, pelarutan, dan reaksi kimia yang membutuhkan interaksi molekuler yang efisien.
Di laboratorium Indonesia, EGMHE sering digunakan dalam penelitian kimia murni dan terapan. Bahan ini mendukung kegiatan penelitian yang berkaitan dengan sintesis senyawa baru, modifikasi molekuler, dan pengembangan produk kimia. Ketersediaannya di pasar lokal membantu para peneliti dalam memenuhi kebutuhan eksperimen mereka secara efektif.
- Digunakan dalam sintesis senyawa organik untuk memfasilitasi reaksi kimia kompleks
- Cocok sebagai pelarut dalam proses pemisahan dan ekstraksi senyawa kimia
- Mendukung reaksi kimia yang membutuhkan kestabilan dan kelarutan yang baik
- Berguna dalam pembuatan senyawa intermediat untuk produksi bahan kimia industri
- Dapat digunakan dalam penelitian tentang sifat fisika dan kimia senyawa organik
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 112-25-4 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25mL, 500mL |
| Bentuk fisik | Cairan jernih |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Ethylene Glycol Monohexyl Ether harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, menjauh dari sumber panas dan sinar matahari langsung. Wadah yang digunakan sebaiknya terbuat dari bahan tahan kimia seperti plastik atau gelas. Saat menangani bahan ini, penting untuk mengenakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Bahan ini bersifat tidak beracun dalam dosis kecil, tetapi tetap perlu dihindari kontak langsung dengan kulit atau mata.
- Lee dkk. (1996). Liquid−Liquid Equilibria and Partitioning of o-Chlorophenol in Ethylene Glycol Monobutyl Ether + Water, Diethylene Glycol Monohexyl Ether + Water, and Poly(oxyethylene(4)) Lauryl Ether + Water. Journal of Chemical & Engineering Data doi:10.1021/je9601164
- Chew dkk. (1990). MONOHEXYL ETHER OF ETHYLENE GLYCOL AND DIETHYLENE GLYCOL AS MICROEMULSION COSURFACTANTS. Journal of Dispersion Science and Technology doi:10.1080/01932699008943235
- Ballantyne dkk. (2003). Percutaneous toxicokinetic and repeated cutaneous contact studies with ethylene glycol monohexyl ether. Journal of Applied Toxicology doi:10.1002/jat.920
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
