2,2'-Dibenzothiazolyl Disulfide adalah senyawa kimia yang digunakan secara luas dalam berbagai reaksi kimia, terutama dalam sintesis senyawa heterosiklik. Bahan ini memiliki struktur kompleks yang memungkinkan reaksi substitusi dan reaksi silang dengan berbagai gugus fungsi lainnya. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai bahan baku untuk menghasilkan senyawa dengan aktivitas biologis tertentu. Karena sifat kimianya yang stabil dan reaktif, senyawa ini menjadi pilihan utama dalam penelitian kimia organik dan sintesis senyawa kompleks.
Senyawa ini memiliki sifat kimia yang sangat stabil dalam kondisi normal, namun sangat reaktif dalam lingkungan tertentu. Struktur molekulnya yang mengandung dua gugus sulfida memungkinkan terjadinya reaksi kimia yang beragam, seperti reaksi dengan amina, alkohol, dan senyawa lainnya. Keunggulan utama dari senyawa ini adalah kemampuannya untuk berfungsi sebagai penghubung antara dua molekul, sehingga mempercepat proses sintesis.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan dalam penelitian kimia organik, farmasi, dan material. Banyak institusi penelitian dan universitas menggunakan senyawa ini untuk mengembangkan produk baru, termasuk obat dan bahan kimia industri. Karena ketersediaannya yang relatif mudah dan harga yang kompetitif, senyawa ini menjadi pilihan utama di berbagai laboratorium di Indonesia.
Produk TCI terkait
- TCI D3855 6440-09-1 4,4'-Di(1,2,3-triazolyl) Disulfide
- TCI D3774 6911-51-9 2,2'-Dithienyl Disulfide
- TCI B2168 29182-42-1 Ethyl 2-(2-Benzothiazolyl)acetate
- TCI B3602 80756-85-0 S-(2-Benzothiazolyl) (Z)-2-(2-Amino-4-thiazolyl)-2-(methoxyimino)thioacetate
- TCI B1942 4767-00-4 3-(2-Benzothiazolylthio)propionic Acid
- TCI B1941 6295-57-4 (2-Benzothiazolylthio)acetic Acid
- Sintesis senyawa heterosiklik untuk pengembangan obat baru
- Reaksi kimia dalam penelitian material organik
- Pengembangan bahan kimia industri seperti pelapis dan bahan pengikat
- Penelitian tentang aktivitas biologis senyawa kimia
- Pembuatan senyawa antikanker dan antioksidan
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 120-78-5 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25g, 500g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Senyawa ini harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, menjauh dari paparan sinar matahari langsung dan sumber panas. Karena sifat reaktifnya, wadah harus terbuat dari bahan tahan korosi seperti plastik atau gelas. Selama penanganan, pengguna harus memakai alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Bahan ini tidak boleh dicampur dengan bahan kimia lain yang tidak kompatibel, dan harus dihindari kontak langsung dengan kulit atau mata.
- Sharma dkk. (2004). 2,2′-Dibenzothiazolyl Disulfide: A Versatile Reagent for the Synthesis of 2-Azetidinones. Synlett doi:10.1055/s-2004-835628
- Kanwar dkk. (2007). Use of 2,2′‐Dibenzothiazolyl Disulfide‐Triphenylphosphine and Lawesson′s Reagent in the Cyclization of β‐Amino Acids.. ChemInform doi:10.1002/chin.200711172
- Kanwar dkk. (2006). Use of 2,2′-Dibenzothiazolyl Disulfide-Triphenylphosphine and Lawesson’s Reagent in the Cyclization of β-Amino Acids. Bulletin of the Chemical Society of Japan doi:10.1246/bcsj.79.1748
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
