N,N-Dimethylaniline adalah senyawa kimia yang digunakan secara luas dalam berbagai reaksi kimia di laboratorium. Bahan ini termasuk dalam kategori building blocks kimia, yang menjadi dasar untuk sintesis senyawa kompleks. Dalam laboratorium, N,N-Dimethylaniline sering digunakan sebagai reaktan dalam reaksi substitusi dan reaksi pembentukan ikatan nitrogen. Senyawa ini memiliki struktur yang sederhana namun sangat penting dalam pembuatan senyawa aromatik dan heterosiklik.
N,N-Dimethylaniline memiliki sifat basa lemah dan kemampuan untuk membentuk ikatan dengan berbagai gugus fungsional. Karakteristik ini membuatnya sangat cocok untuk reaksi yang memerlukan pengaruh basa atau interaksi kimia yang terkendali. Selain itu, senyawa ini memiliki kelarutan yang baik dalam pelarut organik, sehingga memudahkan proses pencampuran dan reaksi kimia.
Di laboratorium Indonesia, N,N-Dimethylaniline digunakan dalam berbagai penelitian kimia, termasuk sintesis senyawa obat, bahan kimia industri, dan bahan baku untuk produk farmasi. Bahan ini juga sering ditemukan dalam penelitian tentang reaksi kimia organik dan pengembangan bahan baru.
- Sintesis senyawa obat dan bahan aktif farmakologis karena kemampuannya dalam membentuk ikatan nitrogen
- Reaksi substitusi aromatik untuk memperoleh senyawa dengan struktur kompleks
- Pembuatan bahan kimia industri seperti plastik, cat, dan bahan pelarut
- Penelitian tentang reaksi kimia organik untuk pengembangan bahan baru
- Analisis kualitatif dan kuantitatif dalam proses identifikasi senyawa kimia
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 121-69-7 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25mL, 500mL |
| Bentuk fisik | Cairan |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan suhu tinggi |
N,N-Dimethylaniline harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat yang sejuk dan gelap untuk mencegah penguapan dan reaksi kimia yang tidak diinginkan. Wadah yang sesuai adalah botol kaca atau plastik yang tahan terhadap bahan kimia. Dalam penanganan, harus menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk mencegah kontak langsung dengan kulit atau mata. Bahan ini bersifat korosif dan harus dihindari dari kontak dengan bahan kimia lain yang tidak kompatibel.
- MICHIDA dkk. (2001). Formation Mechanism of 4,4-Methylenebis(N,N-dimethylaniline) by the Anodic Oxidation of N,N-Dimethylaniline. YAKUGAKU ZASSHI doi:10.1248/yakushi.121.1005
- Huang dkk. (2012). Mass-analyzed threshold ionization spectroscopy of 2,6-dimethylaniline, 2,6-dimethylaniline-NHD, and 2,6-dimethylaniline-ND2. Chemical Physics Letters doi:10.1016/j.cplett.2012.09.027
- Tzeng dkk. (1998). Vibronic features of 2,6-dimethylaniline, 2,6-dimethylaniline–NHD, and 2,6-dimethylaniline–ND2 by resonant two-photon ionization mass spectrometry. Journal of the Chemical Society, Faraday Transactions doi:10.1039/a804321c
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
