3,5-Dimethyl-1-hexyn-3-ol adalah senyawa organik yang digunakan dalam berbagai reaksi kimia di laboratorium. Bahan ini termasuk dalam kategori building blocks, yang merupakan komponen dasar untuk sintesis senyawa kompleks. Senyawa ini memiliki struktur alkohol dengan gugus alkil pada posisi 3 dan 5, serta gugus alkuna pada posisi 1. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai bahan baku untuk sintesis senyawa heterosiklik, polimer, atau senyawa organik lainnya yang membutuhkan reaktivitas tinggi.
Karena struktur molekulnya yang kompleks dan reaktivitas yang baik, 3,5-Dimethyl-1-hexyn-3-ol menjadi pilihan utama dalam reaksi kimia seperti hidrasi alkuna, substitusi, atau reaksi coupling. Senyawa ini memiliki sifat polar dan dapat larut dalam pelarut organik seperti etil asetat atau kloroform. Karena sifat tersebut, senyawa ini sangat cocok untuk reaksi yang membutuhkan interaksi antar molekul yang kuat.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan dalam penelitian kimia organik, terutama dalam program penelitian yang fokus pada sintesis senyawa baru atau modifikasi senyawa yang sudah ada. Bahan ini juga sering dimanfaatkan dalam pendidikan untuk melatih mahasiswa dalam teknik sintesis dan pemahaman tentang reaktivitas senyawa organik.
- Sintesis senyawa heterosiklik untuk pengembangan obat
- Reaksi hidrasi alkuna dalam pembuatan senyawa kompleks
- Pengembangan polimer dengan struktur spesifik
- Modifikasi senyawa organik untuk aplikasi farmakologis
- Penelitian tentang reaktivitas senyawa alkohol dan alkuna
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 107-54-0 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25mL, 500mL |
| Bentuk fisik | Cairan |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Senyawa ini harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, jauh dari paparan cahaya langsung dan sumber panas. Karena sifat polarnya, senyawa ini tidak boleh disimpan bersama bahan kimia yang bersifat korosif atau reaktif. Selama penanganan, pengguna harus memakai alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker, serta menghindari inhalasi uap.
—
