2,3-Dimethylphenol adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi kimia untuk sintesis senyawa kompleks. Bahan ini sering ditemukan dalam laboratorium kimia sebagai bahan dasar atau building block untuk pembuatan senyawa aromatik dan turunannya. Sebagai derivat fenol, senyawa ini memiliki struktur yang stabil dan reaktivitas yang cukup tinggi, sehingga menjadi pilihan utama dalam berbagai reaksi substitusi dan oksidasi.
Karakteristik utama dari 2,3-Dimethylphenol adalah keberadaan gugus fenol yang memberikan sifat asam lemah dan kemampuan untuk berikatan dengan berbagai reaktan. Sifat ini membuatnya sangat cocok untuk reaksi substitusi elektrofilik dan reaksi katalitik. Selain itu, senyawa ini memiliki titik leleh dan titik didih yang relatif stabil, sehingga memudahkan proses penyimpanan dan penggunaan dalam laboratorium.
Dalam konteks laboratorium Indonesia, 2,3-Dimethylphenol sering digunakan dalam penelitian kimia organik, terutama dalam industri farmasi dan produksi bahan kimia industri. Bahan ini juga menjadi komponen penting dalam pengembangan senyawa baru yang memiliki aplikasi luas dalam bidang medis dan teknologi.
- Reaksi substitusi elektrofilik untuk sintesis senyawa aromatik kompleks
- Pembuatan senyawa intermediet dalam produksi obat-obatan
- Pengujian reaktivitas senyawa fenolik dalam reaksi kimia organik
- Penelitian tentang sifat kimia dan struktur molekul senyawa aromatik
- Penggunaan dalam sintesis bahan kimia industri seperti plastik dan bahan peledak
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 526-75-0 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25g, 500g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk kristal |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
2,3-Dimethylphenol harus disimpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari paparan udara bebas serta cahaya matahari langsung. Bahan ini bersifat korosif dan dapat menyebabkan iritasi pada kulit dan mata, sehingga harus ditangani dengan sarung tangan dan alat pelindung lainnya. Penyimpanan di tempat sejuk dan kering sangat dianjurkan untuk menjaga kualitas dan stabilitas senyawa.
- Shi dkk. (2022). Experimental determination and thermodynamic modeling of solid-liquid equilibrium of 2,6-dimethylphenol, 3,5-dimethylphenol and 2,5-dimethylphenol binary and ternary systems. Thermochimica Acta doi:10.1016/j.tca.2022.179174
- Rajendiran dkk. (2026). Synthesis of Copper–2,5-dimethylphenol –Cyclodextrin Nanomaterials and pH-Dependent of 2,5-dimethylphenol –Cyclodextrin Inclusion Complexes. Science Discovery Chemistry doi:10.11648/j.sdc.20260101.15
- Shibasaki dkk. (2009). Oxidative Coupling Copolycondensation of 2,6-Dimethylphenol with 2,5-Dimethylphenol: Highly Thermostable Poly(phenylene ether). Polymer Journal doi:10.1295/polymj.pj2009067r
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
