2,3-Dihydroxyquinoxaline adalah senyawa kimia yang digunakan sebagai bahan dasar dalam sintesis senyawa heterosiklik kompleks. Bahan ini memiliki struktur molekuler yang unik dengan dua gugus hidroksil di posisi 2 dan 3, sehingga memungkinkan reaksi kimia yang beragam. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai bahan pembangun untuk menghasilkan senyawa dengan aktivitas biologis tertentu, seperti obat atau bahan kimia industri. Karena sifat kimianya yang stabil dan reaktivitas yang terkendali, senyawa ini menjadi pilihan utama dalam berbagai eksperimen kimia.
2,3-Dihydroxyquinoxaline memiliki sifat kimia yang memungkinkan reaksi substitusi dan reaksi oksidasi. Struktur heterosikliknya memberikan kestabilan molekuler yang baik, sehingga memudahkan proses sintesis tanpa mudah terdegradasi. Senyawa ini juga memiliki kelarutan yang cukup baik dalam pelarut organik, sehingga memudahkan dalam proses pemisahan dan pemanenan hasil. Keunggulan ini menjadikannya bahan yang sangat diminati dalam penelitian kimia murni dan terapan.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan dalam berbagai penelitian kimia, terutama dalam bidang farmakologi dan sintesis senyawa kompleks. Peneliti lokal sering memanfaatkan bahan ini untuk mengembangkan senyawa baru yang memiliki potensi aplikasi medis atau industri. Dengan ketersediaan dan kehandalannya, 2,3-Dihydroxyquinoxaline menjadi salah satu bahan penting dalam kegiatan penelitian ilmiah di berbagai institusi pendidikan dan penelitian.
- Sintesis senyawa heterosiklik untuk pengembangan obat baru
- Penelitian farmakologi dalam mencari senyawa dengan aktivitas antioksidan
- Eksperimen kimia murni untuk memahami reaktivitas senyawa kompleks
- Pengujian bahan kimia dalam bidang material dan industri
- Produksi senyawa intermediet untuk aplikasi industri farmasi
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 15804-19-0 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25g |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan kelembapan |
2,3-Dihydroxyquinoxaline harus disimpan dalam wadah tertutup rapat, jauh dari sumber cahaya dan kelembapan untuk mencegah degradasi. Wadah yang digunakan sebaiknya terbuat dari bahan tahan korosi seperti plastik atau kaca. Dalam penanganan, sebaiknya menggunakan sarung tangan dan masker untuk melindungi kulit dan pernapasan. Bahan ini tidak beracun, tetapi tetap perlu dihindari kontak langsung dan disimpan di tempat yang aman dari jangkauan anak-anak dan hewan.
- Heller dkk. (2001). Isolated Linear CuCN Chains in a 2,3-Dihydroxyquinoxaline Host Lattice. Zeitschrift für anorganische und allgemeine Chemie doi:10.1002/1521-3749(200104)627:4<569::aid-zaac569>3.0.co;2-9
- Soliman dkk. (2013). Low temperature X-ray molecular structure, tautomerism and spectral properties of 2,3-dihydroxyquinoxaline. Journal of Molecular Structure doi:10.1016/j.molstruc.2013.09.005
- Ramadan dkk. (1999). Coordination chemistry of new ruthenium and osmium dihydroxyquinoxaline complexes. Transition Metal Chemistry doi:10.1023/a:1006925705978
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
