Langsung ke informasi produk
1 dari 2

TCI

CAS 762-62-9

4,4-Dimethyl-1-pentene, CAS 762-62-9, TCI D1252

4,4-Dimethyl-1-pentene, CAS 762-62-9, TCI D1252

Identitas Kimia

No. CAS
762-62-9
PubChem
CID 12984·SID 87567789
Rumus molekul
C7H14
Berat molekul
98.19 g/mol
Kemurnian
>99.0%(GC)
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
4,4-dimethylpent-1-ene
SMILES
CC(C)(C)CC=C
InChIKey
KLCNJIQZXOQYTE-UHFFFAOYSA-N
MDL
MDL00026337
Harga reguler Rp 1.696.800,00
Harga reguler Rp 1.186.500,00 Harga obral Rp 1.696.800,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Volume
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI D1252 4,4-Dimethyl-1-pentene adalah alkena bercabang dengan ikatan rangkap terminal dan gugus tert-butil yang terikat pada rantai, sehingga tergolong blok pembangun non-heterosiklik dengan karakter ruang yang menonjol. Di laboratorium, senyawa ini dimanfaatkan sebagai substrat percobaan dalam penelitian reaksi alkena, sebagai monomer model pada kajian polimerisasi, dan sebagai bahan pembanding pada analisis hidrokarbon. Kerangkanya yang memiliki gugus besar di dekat rantai reaktif membuatnya sering dipilih ketika peneliti ingin menelaah bagaimana ukuran substituen memengaruhi jalannya suatu reaksi kimia.

Sifat khas senyawa ini terletak pada kontras antara ikatan rangkap terminal yang relatif terbuka bagi reagen dan pusat karbon kuartener yang menciptakan halangan sterik cukup besar di dekatnya. Kombinasi tersebut menghasilkan perilaku yang berbeda dari alkena linier seukurannya, misalnya pada laju reaksi katalitik, kecenderungan pembentukan produk tertentu, maupun pada perilaku polimerisasi. Selain itu, gugus alkil yang ruah memengaruhi sifat fisik seperti volatilitas dan kelarutan dalam pelarut organik nonpolar, sehingga senyawa ini juga bermanfaat sebagai pembanding dalam kajian hubungan struktur dengan sifat fisik hidrokarbon.

Di Indonesia, bahan ini digunakan pada laboratorium riset kimia organik, laboratorium katalisis dan polimer di perguruan tinggi maupun lembaga penelitian, serta laboratorium analisis instrumental yang menyiapkan larutan acuan. Kemasan 1 mL sesuai dengan kebutuhan percobaan skala kecil dan penyiapan standar, sehingga laboratorium dapat memakai bahan secara efisien tanpa menyimpan pelarut mudah menguap dalam jumlah besar.

  • Monomer model pada penelitian polimerisasi, karena gugus alkil ruah di dekat ikatan rangkap memberi perilaku yang berbeda dari olefin linier biasa.
  • Substrat kajian pengaruh sterik dalam katalisis, sebab pusat karbon kuartener membatasi pendekatan katalis sehingga hasilnya informatif bagi peneliti.
  • Bahan pembanding pada kromatografi gas, karena strukturnya terdefinisi dan memberikan waktu retensi khas untuk verifikasi identitas komponen.
  • Substrat reaksi adisi klasik seperti hidrogenasi dan hidroborasi, mengingat ikatan rangkap terminalnya tetap mudah diakses oleh reagen.
  • Bahan kajian hubungan struktur dan sifat fisik, karena percabangan yang ruah memengaruhi volatilitas serta kelarutan yang dapat diukur dan dibandingkan.

Merek TCI
Nomor CAS 762-62-9
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 1 mL
Bentuk fisik cairan
Penyimpanan simpan di tempat sejuk, berventilasi baik, jauh dari sumber api, sesuai petunjuk pada label serta lembar data keselamatan produsen

Simpan cairan ini di dalam wadah asli yang tertutup rapat, ditempatkan pada lemari bahan mudah terbakar yang sejuk, kering, dan berventilasi baik, serta dijauhkan dari nyala api, permukaan panas, dan percikan listrik. Sifatnya yang mudah menguap menuntut pengambilan dilakukan di lemari asam dengan wadah segera ditutup kembali setelah digunakan. Kenakan sarung tangan, kacamata pengaman, dan jas laboratorium selama penanganan, gunakan pipet atau jarum suntik bersih, hindari kontak dengan oksidator kuat, dan buang sisa bahan sebagai limbah pelarut organik.

—