1,3-Dimethyl-2-phenyl-1,3,2-diazaphospholidine adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi organik untuk sintesis senyawa kompleks. Bahan ini memiliki struktur heterosiklik yang unik, terdiri dari atom fosfor dan nitrogen, sehingga memungkinkan reaktivitas tinggi dalam berbagai kondisi kimia. Senyawa ini sering digunakan sebagai bahan baku dalam pembuatan senyawa farmakologis, bahan kimia industri, serta dalam penelitian ilmiah yang memerlukan reaksi dengan sifat spesifik.
Karena struktur kimianya yang kompleks dan reaktivitasnya yang tinggi, senyawa ini menjadi pilihan utama dalam laboratorium yang membutuhkan senyawa dengan kemampuan reaksi yang baik. Senyawa ini memiliki stabilitas tertentu dalam kondisi tertentu, tetapi memerlukan pengendalian suhu dan lingkungan kimia yang tepat untuk memastikan hasil sintesis yang optimal.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan dalam penelitian kimia murni dan terapan, terutama di institusi pendidikan tinggi dan lembaga penelitian. Bahan ini menjadi bagian dari proses pembuatan senyawa baru yang berpotensi untuk aplikasi medis atau industri.
- Sintesis senyawa farmakologis untuk pengembangan obat baru
- Reaksi kimia dalam penelitian organik untuk pembuatan senyawa kompleks
- Pembuatan bahan kimia industri yang memerlukan struktur heterosiklik
- Uji reaktivitas senyawa dalam kondisi tertentu untuk penelitian ilmiah
- Penelitian tentang mekanisme reaksi kimia untuk pengembangan metode sintesis baru
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 22429-12-5 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g |
| Bentuk fisik | Padat (bentuk kristal atau serbuk) |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Senyawa ini harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, menjauh dari paparan cahaya langsung dan sumber panas. Penggunaan wadah kaca atau plastik yang tahan terhadap reaksi kimia dianjurkan. Dalam penanganan, pastikan untuk menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker, karena senyawa ini mungkin bersifat iritatif. Harus dihindari kontak langsung dengan kulit atau mata, serta inhalasi uapnya.
- Espiga Ayuso dkk. (2007). Crystal structure of (2,6-diisopropyl-phenyl)-(6-(2,6-dimethyl-phenyl)-pyridin-2-yl)-amine-(2,6-diisopropyl-phenyl)-(6-(2,6-dimethyl-phenyl)- pyridin-2-yl)-amido-lithium, Li(C25H29N2)(C25H30N2). Zeitschrift für Kristallographie - New Crystal Structures doi:10.1524/ncrs.2007.0119
- Claramunt dkk. (2007). Structural Studies of Two Tinuvin® P Analogs: 2-(2,4-Dimethyl-phenyl)-2H-benzotriazole and 2-Phenyl-2H-benzotriazole. Molecules doi:10.3390/12092201
- Breton dkk. (2022). 1-(4-{[3,5-bis({[3,5-Dimethyl-4-(4-methyl-3,5-dioxo-1,2,4-triazolidin-1-yl)-phenoxy]methyl})phenyl]methoxy}-2,6-dimethyl-phenyl)-4-methyl-1,2,4-triazolidine-3,5-dione. Molbank doi:10.3390/m1535
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
