2,3-Diphenylquinoxaline adalah senyawa kimia yang termasuk dalam kategori heterosiklik. Bahan ini sering digunakan dalam sintesis senyawa kompleks, terutama dalam bidang organik dan farmakologi. Sebagai building block, senyawa ini berperan sebagai bahan dasar untuk pembuatan senyawa dengan struktur kompleks yang memiliki aktivitas biologis tertentu. Dalam laboratorium, senyawa ini digunakan untuk menghasilkan senyawa intermediat yang nantinya dapat dikembangkan menjadi obat atau bahan kimia industri.
Karakteristik utama dari 2,3-Diphenylquinoxaline adalah struktur heterosikliknya yang stabil dan kemampuannya untuk berikatan dengan berbagai grup fungsi. Sifat ini membuat senyawa ini sangat diminati dalam penelitian kimia organik. Selain itu, senyawa ini memiliki tingkat kestabilan yang cukup baik dalam kondisi tertentu, sehingga memudahkan proses sintesis tanpa mengalami degradasi berlebihan.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan dalam berbagai penelitian ilmiah, terutama dalam bidang kimia organik dan farmakologi. Peneliti lokal sering memanfaatkan bahan ini untuk pengembangan senyawa baru yang memiliki potensi terapi medis atau aplikasi industri. Ketersediaan bahan ini di pasaran lokal juga mendukung kegiatan penelitian yang berkelanjutan di Indonesia.
- Sintesis senyawa heterosiklik kompleks untuk penelitian farmakologi
- Pengembangan obat baru melalui modifikasi struktur senyawa intermediat
- Penelitian tentang aktivitas biologis senyawa kimia organik
- Pembuatan senyawa dengan struktur spesifik untuk aplikasi industri
- Studi tentang reaktivitas dan stabilitas senyawa kimia dalam kondisi tertentu
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 1684-14-6 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25g |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup dan jauh dari paparan cahaya langsung |
Senyawa ini harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan jauh dari sumber cahaya langsung untuk mencegah degradasi. Penanganan harus dilakukan dengan menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Di laboratorium, senyawa ini harus disimpan di tempat yang sejuk dan kering, serta terpisah dari bahan kimia yang bersifat reaktif atau korosif.
- Ahn dkk. (2009). Color tuning of red phosphorescence: New iridium complexes containing fluorinated 2,3-diphenylquinoxaline ligands. Thin Solid Films doi:10.1016/j.tsf.2009.01.177
- Fujii dkk. (2005). Bright and ultimately pure red electrophosphorescent diode bearing diphenylquinoxaline. IEICE Electronics Express doi:10.1587/elex.2.260
- Ahn (2009). Synthesis and Photophysical Studies of Iridium Complexes of New 2,3-Diphenylquinoxaline Derivatives for Organic Light-Emitting Diodes. Journal of Nanoscience and Nanotechnology doi:10.1166/jnn.2009.1651
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
