3,5-Dinitroaniline adalah senyawa kimia yang digunakan sebagai bahan dasar dalam sintesis senyawa kompleks. Bahan ini sering ditemukan dalam berbagai reaksi kimia yang memerlukan penggunaan amina aromatik dengan substitusi nitro. Dalam laboratorium, senyawa ini berperan sebagai bahan pembangun yang sangat penting untuk pengembangan senyawa baru, termasuk obat-obatan, bahan kimia industri, dan bahan baku untuk reaksi organik.
Karena struktur kimianya yang stabil dan reaktivitas yang terkendali, 3,5-Dinitroaniline menjadi pilihan utama dalam berbagai eksperimen kimia. Senyawa ini memiliki sifat kimia yang memungkinkan reaksi substitusi, reduksi, dan reaksi lainnya yang sangat penting dalam sintesis senyawa kompleks. Ketersediaannya dalam bentuk padat membuatnya mudah digunakan dan disimpan.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan secara luas dalam penelitian kimia, terutama dalam bidang farmasi dan kimia organik. Banyak institusi penelitian dan universitas mengandalkan bahan ini untuk eksperimen yang memerlukan bahan dasar kimia yang presisi dan konsisten.
- Sintesis senyawa obat-obatan yang memerlukan substitusi nitro pada struktur amina
- Reaksi kimia untuk pengembangan bahan kimia industri seperti cat dan plastik
- Eksperimen kimia organik yang membutuhkan bahan baku dengan struktur aromatik
- Penelitian tentang reaktivitas dan sifat kimia senyawa aromatik
- Pengujian kualitas bahan kimia dalam analisis struktur molekuler
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 618-87-1 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g, 25g |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan kelembapan |
3,5-Dinitroaniline harus disimpan dalam wadah tertutup dan kering, serta jauh dari sumber panas dan sinar matahari langsung. Wadah yang sesuai adalah wadah kaca atau plastik yang tahan terhadap reaksi kimia. Dalam penggunaan, harus dipakai dengan sarung tangan dan masker wajah untuk mencegah kontak langsung dengan kulit atau pernapasan. Bahan ini bersifat kimia yang perlu diperlakukan dengan hati-hati untuk memastikan keselamatan dan kualitas hasil eksperimen.
- Wang dkk. (1996). Genetic Control of Dinitroaniline Resistance in Foxtail Millet (Setaria italica). Journal of Heredity doi:10.1093/oxfordjournals.jhered.a023031
- Krämer dkk. (2008). Enzyme-linked immunosorbent assays for the sensitive analysis of 2,4-dinitroaniline and 2,6-dinitroaniline in water and soil. Analytical and Bioanalytical Chemistry doi:10.1007/s00216-008-2146-1
- Weber (1990). Behavior of Dinitroaniline Herbicides in Soils. Weed Technology doi:10.1017/s0890037x00025616
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
