Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 5792-36-9

2',4'-Dihydroxypropiophenone TCI D2694

2',4'-Dihydroxypropiophenone TCI D2694

Identitas Kimia

Nama lain
2,4-Dihydroxyphenyl Ethyl Ketone · 4-Propionylresorcinol
No. CAS
5792-36-9
PubChem
CID 79856·SID 87569105
Rumus molekul
C9H10O3
Berat molekul
166.18 g/mol
Kemurnian
>98.0%(GC)(T)
Basis data rujukan
ChemSpider·ECHA
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
1-(2,4-dihydroxyphenyl)propan-1-one
SMILES
CCC(=O)C1=C(C=C(C=C1)O)O
InChIKey
LLBBBYLDTDJMNU-UHFFFAOYSA-N
MDL
MDL00002280
Harga reguler Rp 1.273.650,00
Harga reguler Harga obral Rp 1.273.650,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI D2694 2',4'-Dihydroxypropiophenone adalah bahan kimia sintesis dari TCI yang tergolong building block non-heterosiklik. Senyawa ini merupakan keton aromatik turunan resorsinol, yaitu cincin benzena yang membawa dua gugus hidroksil pada posisi 2 dan 4 serta satu rantai propanoil sebagai gugus keton. Kombinasi gugus hidroksil orto terhadap karbonil menjadikannya bahan awal klasik untuk pembentukan cincin heterosiklik beroksigen. Di laboratorium, peranannya sangat penting sebagai titik masuk menuju kerangka kromon, flavonoid, kumarin, dan benzofuran yang banyak dikaji dalam kimia bahan alam maupun pengembangan senyawa bioaktif.

Sifat yang membuatnya sering dipilih adalah pola substitusi hidroksi-keton yang sudah tertata sesuai kebutuhan reaksi siklisasi. Gugus hidroksil pada posisi orto terhadap karbonil memungkinkan berlangsungnya penataan Baker–Venkataraman serta kondensasi intramolekul, sedangkan hidroksil pada posisi para meningkatkan kerapatan elektron cincin sehingga reaksi substitusi elektrofilik berjalan lebih terarah. Rantai propanoil memberikan gugus metil tambahan pada posisi alfa, yang sering dimanfaatkan untuk membangun kerangka 3-metil pada produk siklisasi. Bentuk padat memudahkan penimbangan akurat, dan kedua gugus fenolik memberi kelarutan yang baik dalam pelarut organik polar yang lazim dipakai.

Di Indonesia, bahan ini banyak dimanfaatkan pada penelitian kimia organik sintesis, kimia bahan alam, serta laboratorium farmasi yang mengembangkan analog senyawa flavonoid. Banyak riset tugas akhir dan hibah penelitian memerlukan bahan awal fenolik terdefinisi seperti ini karena isolasi dari sumber alam memakan waktu dan hasilnya terbatas. Kemasan 25 g memadai untuk rangkaian percobaan optimasi kondisi reaksi sekaligus produksi beberapa gram senyawa target untuk keperluan karakterisasi dan uji lanjut.

  • Sintesis kerangka kromon dan flavon: posisi hidroksil orto terhadap gugus karbonil sangat sesuai untuk siklisasi intramolekul yang membentuk cincin piranon secara efisien dan terarah.
  • Penyiapan senyawa kalkon dan analognya: gugus metil pada posisi alfa keton dapat diaktifkan untuk kondensasi aldol silang dengan berbagai aldehida aromatik yang tersedia.
  • Riset senyawa bioaktif berbasis fenolik: dua gugus hidroksil bebas memberikan ruang modifikasi luas untuk menyusun pustaka turunan dengan variasi eter, ester, maupun glikosida.
  • Pembuatan turunan benzofuran dan kumarin: kerapatan elektron cincin resorsinol yang tinggi mendukung reaksi anelasi sehingga jalur menuju heterosiklik beroksigen menjadi lebih singkat.
  • Bahan pembanding pada analisis fenolik: struktur yang jelas dan gugus kromofor aromatik membuatnya berguna sebagai rujukan pada pengembangan metode kromatografi dan spektroskopi ultraviolet.

Merek TCI (Tokyo Chemical Industry)
Nomor CAS 5792-36-9
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 25 g
Bentuk fisik padatan pada suhu ruang (mohon verifikasi pada label lot dan sertifikat analisis pabrikan)
Penyimpanan wadah tertutup rapat, tempat sejuk dan kering, terlindung dari cahaya

Senyawa fenolik seperti ini sebaiknya disimpan dalam wadah aslinya yang tertutup rapat dan diletakkan pada lemari bahan kimia yang sejuk, kering, serta terlindung dari cahaya, karena paparan udara dan sinar dalam waktu lama dapat memicu perubahan warna pada permukaan padatan. Gunakan spatula bersih dan kering setiap kali mengambil bahan, lalu tutup kembali wadah segera setelah selesai. Lakukan penimbangan di lemari asam bila memungkinkan, dan kenakan sarung tangan nitril, kacamata pelindung, serta jas laboratorium. Hindari kontak dengan kulit dan penghirupan debu halus, dan patuhi Safety Data Sheet pabrikan.

  • Trincone dkk. (1995). Efficient chemoselective synthesis of 3,4?-dihydroxypropiophenone 3-O-?-D-glucoside by thermophilic ?-glycosidase from Sulfolobus solfataricus. Biotechnology Letters doi:10.1007/bf00134194
  • Tarase dkk. (2010). Chelating ion exchange properties of terpolymer resin 2,4-DHPOF-II derived from 2,4-dihydroxypropiophenone. Desalination and Water Treatment doi:10.5004/dwt.2010.1179
  • Das (2024). Metal Ion Uptake Properties of Chelating Ion-Exchange Copolymer Synthesized from 2, 4- Dihydroxypropiophenone and 4-Pyridylamine. International Journal for Research in Applied Science and Engineering Technology doi:10.22214/ijraset.2024.63689

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.