2,2-Diethoxypropionitrile adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi organik untuk sintesis senyawa kompleks. Bahan ini memiliki struktur molekuler yang memungkinkan reaksi substitusi dan adisi, sehingga menjadi bahan penting dalam pembuatan senyawa heterosiklik dan non-heterosiklik. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai bahan baku untuk reaksi yang memerlukan kelarutan dan reaktivitas tertentu.
2,2-Diethoxypropionitrile memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, namun sangat reaktif terhadap kondisi tertentu seperti suhu tinggi atau pengaruh katalis. Karena memiliki kelarutan yang baik dalam pelarut organik, senyawa ini mudah digunakan dalam berbagai reaksi kimia. Sifat ini menjadikannya pilihan utama untuk penelitian yang membutuhkan reaktivitas tinggi dan kelarutan yang baik.
Di laboratorium Indonesia, 2,2-Diethoxypropionitrile digunakan dalam penelitian kimia organik, terutama dalam sintesis senyawa baru dan modifikasi struktur molekul. Bahan ini sering diaplikasikan dalam penelitian di universitas dan lembaga riset, karena kemampuannya dalam berbagai reaksi kimia yang kompleks.
- Sintesis senyawa heterosiklik untuk pengembangan obat baru
- Reaksi adisi untuk modifikasi struktur molekul organik
- Pembuatan senyawa intermediat dalam produksi bahan kimia industri
- Penelitian tentang reaktivitas senyawa nitrogen dalam kondisi tertentu
- Pengembangan bahan kimia untuk aplikasi farmasi dan material
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 56011-12-2 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5mL, 25mL |
| Bentuk fisik | Cairan |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
2,2-Diethoxypropionitrile harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, jauh dari paparan cahaya langsung dan sumber panas. Wadah yang sesuai adalah botol kaca atau plastik yang tahan terhadap bahan kimia. Dalam penanganan, harus menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker, karena senyawa ini bisa berbahaya jika terkena kulit atau inhalasi.
—
