TCI D3821 dengan nomor CAS 2453-03-4 adalah 1,3-Dioxan-2-one, senyawa karbonat siklik beranggota enam yang juga dikenal luas dengan nama trimetilena karbonat. Molekul ini terdiri atas gugus karbonat yang terkurung dalam cincin, dan justru cincin inilah yang menjadi sumber kegunaannya. Di laboratorium, senyawa ini berperan sebagai monomer untuk polimerisasi pembukaan cincin, yaitu proses yang mengubah molekul kecil bercincin menjadi rantai polimer panjang. Poli(trimetilena karbonat) yang dihasilkan merupakan polimer yang dapat terurai secara hayati dan banyak diteliti untuk aplikasi biomedis.
Karakteristik utama yang membuatnya dipilih adalah ikatan karbonat pada rantai polimer yang dapat terhidrolisis secara perlahan menjadi produk urai yang bersifat netral, berbeda dengan poliester seperti polilaktida yang menghasilkan produk urai bersifat asam. Sifat ini penting pada aplikasi biomedis karena lingkungan yang terlalu asam dapat memicu reaksi peradangan pada jaringan. Selain itu, poli(trimetilena karbonat) bersifat lentur dan elastis pada suhu ruang, sehingga sering dikopolimerisasi dengan monomer lain untuk mengatur kelenturan, laju penguraian, dan sifat mekanik material akhir sesuai kebutuhan penelitian.
Di Indonesia, monomer ini digunakan pada riset sistem penghantaran obat, rekayasa jaringan, serta pengembangan polimer biodegradabel di perguruan tinggi dan lembaga penelitian. Ketertarikan terhadap material medis yang dapat terurai terus tumbuh seiring meningkatnya riset biomaterial dalam negeri. Kemasan 5 g dan 25 g memberi pilihan bagi peneliti yang sedang melakukan penapisan kondisi polimerisasi maupun yang menyiapkan bahan dalam jumlah cukup untuk pengujian karakterisasi dan formulasi.
- Polimerisasi pembukaan cincin: monomer ini diubah menjadi poli(trimetilena karbonat) menggunakan berbagai inisiator atau katalis pada penelitian polimer terkendali.
- Pengembangan sistem penghantaran obat: polimer hasilnya dipakai membentuk misel, nanopartikel, atau matriks pelepasan terkendali untuk zat aktif farmasi.
- Sintesis kopolimer biodegradabel: dikopolimerisasi dengan laktida atau kaprolakton untuk menyetel kelenturan, laju penguraian, dan sifat mekanik material.
- Riset rekayasa jaringan: polimer karbonat yang lentur dan terurai perlahan diteliti sebagai bahan perancah yang mendukung pertumbuhan sel.
- Studi degradasi dan biokompatibilitas: penguraian ikatan karbonat menghasilkan produk netral sehingga menjadi model penelitian material medis yang lebih ramah jaringan.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 2453-03-4 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Pharmaceutical Development and Drug Discovery Research Reagents > Drug Delivery Systems (DDS) |
| Ukuran kemasan | — |
| Bentuk fisik | padatan |
| Penyimpanan | simpan tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, terlindung dari kelembapan; varian kemasan 5 g dan 25 g |
- Kode produk: D3821
Karbonat siklik peka terhadap kelembapan karena air dapat memicu pembukaan cincin dan menurunkan mutu monomer, sehingga botol harus selalu ditutup rapat dan disimpan di tempat sejuk serta kering, sebaiknya di dalam desikator. Untuk keperluan polimerisasi terkendali, monomer umumnya dikeringkan lebih dahulu dan ditangani menggunakan teknik gas inert seperti Schlenk atau kotak sarung tangan, karena keberadaan air akan mengganggu kendali bobot molekul. Gunakan spatula kering dan hindari membuka botol di ruangan lembap. Kenakan jas laboratorium, sarung tangan nitril, serta kacamata pelindung, dan buang limbah melalui jalur limbah organik.
—
