TCI D4157 4,5-Dichloro-2-n-octyl-4-isothiazolin-3-one adalah senyawa heterosiklik golongan isotiazolinon yang membawa dua atom klor pada cincin serta rantai n-oktil pada atom nitrogen. Senyawa ini dikenal luas sebagai bahan aktif antimikroba dan antifouling, sehingga di laboratorium kerap dipakai sebagai bahan uji, standar kerja, maupun komponen formulasi pada penelitian pengawetan bahan. Perannya penting bagi kegiatan riset yang mengevaluasi ketahanan material terhadap jamur, bakteri, dan organisme penempel, serta bagi pengembangan metode analisis residu biosida.
Karakteristik yang membuatnya dipilih adalah aktivitas biologis berspektrum luas yang muncul dari cincin isotiazolinon reaktif, dipadukan dengan rantai oktil yang memberi sifat lipofilik tinggi sehingga senyawa mudah menyatu dalam matriks organik seperti cat, pelapis, dan polimer. Kedua atom klor pada cincin turut memperkuat reaktivitasnya terhadap gugus tiol pada sistem biologis, yang menjadi dasar mekanisme kerjanya. Sifat kurang larut dalam air namun larut dalam pelarut organik menjadikan senyawa ini relatif bertahan di dalam lapisan pelindung, sebuah karakter yang justru dicari pada penelitian daya tahan formulasi jangka panjang.
Di Indonesia, bahan ini relevan untuk laboratorium riset dan pengendalian mutu di bidang cat dan pelapis, industri kayu dan tekstil, penelitian material kelautan, serta laboratorium analisis lingkungan yang menguji residu biosida. Kemasan 25 g mendukung pekerjaan berulang seperti penyiapan larutan induk, pengujian aktivitas antimikroba, dan validasi metode analitis. Karena sifatnya sebagai bahan aktif biosida, pemakaiannya perlu dibatasi pada personel terlatih dengan prosedur keselamatan yang ketat.
Produk TCI terkait
- 5-Amino-4,6-dichloro-2-(propylthio)pyrimidine, CAS 145783-15-9, TCI A2716
- 2-Amino-4,6-dichloro-5-formamidopyrimidine, CAS 171887-03-9, TCI A2146
- 5-Amino-4,6-dichloro-2-methylpyrimidine, CAS 39906-04-2, TCI A1946
- 3,6-Dichloro-1,2,4,5-tetrazine, CAS 106131-61-7, TCI D5732
- 2,4-Dichloro-3-nitropyridine, CAS 5975-12-2, TCI D5580
- 4,5-Dichloro-2-phenyl-3(2H)-pyridazinone, CAS 1698-53-9, TCI D5325
- Pengujian aktivitas antimikroba dan antijamur, karena senyawa ini merupakan bahan aktif berspektrum luas yang lazim menjadi pembanding pada uji daya hambat.
- Penelitian formulasi cat dan pelapis pelindung, sebab sifat lipofiliknya memungkinkan senyawa terdistribusi merata dan bertahan di dalam matriks resin organik.
- Kajian material antifouling untuk lingkungan kelautan, karena senyawa golongan ini banyak diteliti sebagai pengganti bahan antifouling generasi lama yang lebih persisten.
- Standar kerja pada analisis residu biosida, sebab identitas kimianya yang pasti dibutuhkan untuk kalibrasi metode kromatografi dan verifikasi batas deteksi.
- Studi pengawetan kayu dan produk tekstil, karena senyawa ini diteliti kemampuannya menahan pertumbuhan mikroorganisme perusak pada bahan berbasis serat alami.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 64359-81-5 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25 g |
| Bentuk fisik | senyawa isotiazolinon terhalogenasi, bersifat bahan aktif biosida |
| Penyimpanan | simpan tertutup rapat di tempat sejuk, kering, gelap, dan berventilasi baik |
Bahan ini merupakan biosida aktif sehingga penanganannya harus ekstra hati-hati dan dibatasi pada personel yang terlatih. Simpan pada wadah aslinya yang tertutup rapat di lemari bahan kimia sejuk, kering, dan gelap, terpisah dari bahan makanan, basa kuat, serta oksidator. Seluruh penimbangan dan pengenceran wajib dilakukan di dalam lemari asam dengan sarung tangan tahan bahan kimia, pelindung mata atau pelindung wajah, jas laboratorium tertutup, serta hindari kontak langsung dengan kulit karena senyawa golongan ini bersifat iritan dan sensitisasi. Kumpulkan limbah pada wadah khusus, jangan dibuang ke saluran air, dan ikuti Lembar Data Keselamatan resmi produsen.
—






