Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 6579-54-0

2,6-Dichlorobenzenesulfonyl Chloride TCI D4222

2,6-Dichlorobenzenesulfonyl Chloride TCI D4222

Identitas Kimia

No. CAS
6579-54-0
PubChem
CID 522183·SID 253659675
Rumus molekul
C6H3Cl3O2S
Berat molekul
245.50 g/mol
Kemurnian
>97.0%(GC)(T)
Basis data rujukan
ChemSpider·ECHA
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
2,6-dichlorobenzenesulfonyl chloride
SMILES
C1=CC(=C(C(=C1)Cl)S(=O)(=O)Cl)Cl
InChIKey
WGGKQIKICKLWGN-UHFFFAOYSA-N
MDL
MDL00052311
Harga reguler Rp 505.050,00
Harga reguler Harga obral Rp 505.050,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI D4222 2,6-Dichlorobenzenesulfonyl Chloride adalah pereaksi sulfonilasi berbasis cincin benzena yang membawa gugus sulfonil klorida serta dua atom klor pada kedua posisi orto. Sebagai building block non-heterosiklik, senyawa ini dipakai untuk memasang gugus arilsulfonil pada nukleofil seperti amina, alkohol, dan fenol, menghasilkan sulfonamida atau ester sulfonat. Di laboratorium, pereaksi semacam ini penting karena gugus sulfonil sekaligus berfungsi sebagai gugus pelindung, gugus pergi yang baik, dan motif struktural yang banyak dijumpai pada senyawa bioaktif serta bahan agrokimia.

Karakteristik yang membedakannya adalah pola substitusi 2,6-diklor yang menimbulkan halangan sterik di sekitar pusat sulfonil sekaligus menurunkan kerapatan elektron cincin. Kombinasi ini memberi selektivitas yang berguna: reaksi cenderung berjalan lebih terkendali terhadap nukleofil yang kurang terhalang, sehingga peneliti dapat membedakan misalnya amina primer dari amina sekunder yang ruahnya besar. Sulfonamida yang dihasilkan pun memiliki karakter elektronik dan konformasi khas akibat kedua atom klor tersebut, yang kerap dimanfaatkan pada perancangan molekul untuk mengatur keasaman proton NH maupun orientasi ruang gugus aril. Sifat kristalin produk turunannya juga memudahkan pemurnian melalui rekristalisasi.

Laboratorium di Indonesia menggunakan pereaksi ini pada riset sintesis obat, pengembangan bahan aktif pestisida, kimia analitik derivatisasi, serta praktikum kimia organik lanjut di perguruan tinggi. Tersedianya kemasan 1 g dan 5 g memudahkan penyesuaian: jumlah kecil untuk uji coba kondisi reaksi dan pembuatan seri senyawa, sedangkan jumlah lebih besar untuk sintesis yang sudah mapan.

  • Sintesis sulfonamida dari amina primer maupun sekunder, karena gugus sulfonil klorida sangat reaktif terhadap nitrogen nukleofilik pada kondisi basa ringan.
  • Pembuatan ester sulfonat dari alkohol dan fenol, sebab gugus sulfonat yang terbentuk menjadi gugus pergi baik untuk reaksi substitusi berikutnya.
  • Derivatisasi analit untuk analisis kromatografi, karena penambahan gugus diklorofenilsulfonil meningkatkan deteksi dan memperbaiki perilaku pemisahan senyawa polar.
  • Riset kimia medisinal dan agrokimia, mengingat motif arilsulfonamida terhalang secara sterik banyak dijumpai pada senyawa bioaktif yang sedang dikembangkan.
  • Proteksi gugus amina pada sintesis bertahap, karena gugus sulfonil stabil terhadap berbagai kondisi reaksi sebelum dilepaskan pada tahap yang direncanakan.

Merek TCI
Nomor CAS 6579-54-0
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 1 g dan 5 g
Bentuk fisik padatan pada suhu ruang; rujuk label dan Certificate of Analysis tiap lot
Penyimpanan simpan sejuk, kering, tertutup sangat rapat, hindari kelembapan

Senyawa sulfonil klorida bersifat sangat peka terhadap air dan akan terhidrolisis menghasilkan asam yang korosif, sehingga wadah harus selalu tertutup sangat rapat dan sebaiknya disimpan dalam desikator di tempat sejuk dan kering. Jauhkan dari basa, alkohol, dan amina saat penyimpanan. Lakukan seluruh penimbangan serta pemindahan di dalam lemari asam menggunakan sarung tangan nitril, kacamata pengaman berpelindung samping, dan jas laboratorium, karena bahan ini korosif terhadap kulit, mata, dan saluran pernapasan. Gunakan spatula kering, hindari uap air masuk ke wadah, dan netralkan tumpahan secara hati-hati sesuai prosedur limbah laboratorium.

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.