Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 90038-01-0

Detomidine Hydrochloride TCI D4331

Detomidine Hydrochloride TCI D4331

Identitas Kimia

Nama lain
5-(2,3-Dimethylbenzyl)-1H-imidazole Hydrochloride
No. CAS
90038-01-0
PubChem
CID 56031·SID 253659639
Rumus molekul
C12H14N2.HCl
Berat molekul
222.72 g/mol
Kemurnian
>98.0%(HPLC)(T)
Basis data rujukan
ChemSpider·ECHA
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
5-[(2,3-dimethylphenyl)methyl]-1H-imidazole;hydrochloride
SMILES
CC1=C(C(=CC=C1)CC2=CN=CN2)C.Cl
InChIKey
OIWRDXKNDCJZSM-UHFFFAOYSA-N
MDL
MDL17292784
Harga reguler Rp 1.565.550,00
Harga reguler Harga obral Rp 1.565.550,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI D4331 Detomidine Hydrochloride adalah bentuk garam hidroklorida dari detomidin, senyawa berkerangka imidazol yang dikenal sebagai agonis reseptor adrenergik alfa-2. Produk ini dipasok TCI sebagai reagen penelitian farmasi untuk keperluan eksperimental di laboratorium, bukan untuk penggunaan terapeutik pada manusia maupun hewan. Dalam konteks riset, senyawa ini berperan sebagai ligan pembanding pada kajian farmakologi reseptor, sebagai standar analitik pada pengembangan metode deteksi, serta sebagai bahan uji dalam penelitian farmakokinetika dan toksikologi eksperimental.

Karakteristik yang membuatnya dipilih adalah selektivitasnya yang tinggi terhadap subtipe reseptor alfa-2 serta bentuk garamnya yang praktis. Sebagai hidroklorida, senyawa ini jauh lebih larut dalam air dan medium berair dibandingkan basa bebasnya, sehingga penyiapan larutan induk untuk uji pengikatan reseptor, kultur sel, maupun analisis kromatografi berlangsung lebih mudah dan reprodusibel. Bentuk garam juga umumnya lebih stabil selama penyimpanan dan lebih mudah ditimbang secara akurat dalam jumlah kecil. Cincin imidazol dan gugus aromatik termetilasi memberi ciri spektroskopi yang khas, sehingga identifikasi dan verifikasi kemurnian dapat dilakukan dengan andal.

Di Indonesia, reagen ini dipakai laboratorium farmakologi dan farmasi di perguruan tinggi, laboratorium pengujian residu, serta lembaga penelitian veteriner yang mengembangkan metode analisis. Salah satu pemanfaatan yang lazim adalah penyediaan standar pembanding untuk analisis LC-MS/MS pada kajian residu dan validasi metode. Kemasan 200 mg sangat sesuai untuk keperluan tersebut, karena pekerjaan berbasis standar analitik dan uji pengikatan reseptor umumnya hanya membutuhkan bahan dalam jumlah miligram per rangkaian percobaan.

  • Standar pembanding analitik: dipakai menyusun kurva kalibrasi dan validasi metode LC-MS/MS maupun KCKT pada laboratorium pengujian dan riset residu.
  • Kajian farmakologi reseptor: berfungsi sebagai ligan agonis alfa-2 pembanding pada uji pengikatan reseptor dan penetapan afinitas secara in vitro.
  • Riset farmakokinetika eksperimental: menjadi senyawa acuan dalam studi metabolisme, identifikasi metabolit, dan pengembangan protokol analisis di laboratorium.
  • Pengembangan metode ekstraksi: digunakan untuk menguji efisiensi prosedur preparasi sampel seperti ekstraksi fase padat sebelum analisis instrumental dijalankan.
  • Studi kimia medisinal imidazol: kerangka imidazol tersubstitusi dipelajari sebagai model hubungan struktur–aktivitas pada keluarga agonis adrenergik alfa-2.

Merek TCI (Tokyo Chemical Industry), kode katalog D4331
Nomor CAS 90038-01-0
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Life Science > Biochemicals and Reagents > Pharmaceutical Research Reagents (for Experimental Use)
Ukuran kemasan 200 mg
Bentuk fisik padatan garam hidroklorida; konfirmasikan penampilan pada label dan sertifikat analisis
Penyimpanan tempat sejuk, kering, dan terlindung cahaya sesuai anjuran pada label produsen; khusus untuk penggunaan penelitian

Produk ini ditujukan semata-mata untuk penggunaan penelitian dan pengujian laboratorium, bukan untuk pemakaian diagnostik maupun terapeutik. Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya, sebaiknya di dalam desikator karena garam hidroklorida cenderung higroskopis. Karena senyawa ini aktif secara farmakologis, tangani dengan kehati-hatian tinggi: gunakan sarung tangan nitril, kacamata pengaman, masker, dan jas laboratorium, serta lakukan penimbangan di lemari asam atau timbangan berpelindung agar debu tidak terhirup. Batasi akses pada personel terlatih, catat setiap pengambilan bahan, dan buang sisa serta wadah bekas melalui jalur limbah B3 sesuai peraturan yang berlaku.

  • Virgin dkk. (2010). Comparison of Intraoperative Behavioral and Hormonal Responses to Noxious Stimuli between Mares Sedated with Caudal Epidural Detomidine Hydrochloride or a Continuous Intravenous Infusion of Detomidine Hydrochloride for Standing Laparoscopic Ovariectomy. Veterinary Surgery doi:10.1111/j.1532-950x.2010.00702.x
  • López-Sanromán dkk. (2013). Accelerometric comparison of the locomotor pattern of horses sedated with xylazine hydrochloride, detomidine hydrochloride, or romifidine hydrochloride. American Journal of Veterinary Research doi:10.2460/ajvr.74.6.828
  • Veldre dkk. (2011). Dehydration of detomidine hydrochloride monohydrate. European Journal of Pharmaceutical Sciences doi:10.1016/j.ejps.2011.08.004

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.