1,6:2,3-Dianhydro-beta-D-mannopyranose adalah senyawa kimia yang termasuk dalam kategori glikosien. Senyawa ini sering digunakan dalam penelitian bidang kimia biologi, terutama dalam studi struktur dan fungsi glikan. Sebagai komponen dasar dari glikan, senyawa ini berperan penting dalam proses biokimia seperti pembentukan karbohidrat kompleks dan interaksi molekuler. Dalam laboratorium, senyawa ini digunakan sebagai bahan baku untuk sintesis senyawa lain atau sebagai bahan kontrol dalam analisis kimia.
Senyawa ini memiliki struktur molekuler yang kompleks dan stabil, sehingga cocok untuk berbagai aplikasi laboratorium. Dengan sifat kimia yang spesifik, senyawa ini dapat berpartisipasi dalam reaksi kimia tertentu, seperti reaksi penggabungan atau penguraian. Karena kemurniannya tinggi dan konsistensi karakteristiknya, senyawa ini menjadi pilihan utama dalam penelitian yang membutuhkan presisi dan akurasi.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini sering digunakan dalam penelitian terkait biologi molekuler, farmakologi, dan kimia organik. Banyak institusi penelitian dan universitas menggunakan senyawa ini untuk memperluas pemahaman tentang mekanisme biokimia dan pengembangan obat baru.
- Digunakan dalam sintesis senyawa glikan kompleks untuk studi struktur molekuler
- Cocok untuk analisis kimia dalam penelitian biokimia dan farmakologi
- Dapat digunakan sebagai bahan kontrol dalam uji reaktivitas kimia
- Berguna dalam penelitian interaksi molekuler dalam lingkungan biologis
- Dapat menjadi bahan baku dalam pengembangan senyawa obat baru
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 3868-03-9 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Chemical Biology > Glycoscience |
| Ukuran kemasan | 200mg |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan kelembapan |
Senyawa ini harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan terlindung dari cahaya matahari langsung. Penyimpanan dalam suhu kamar yang stabil dan kering sangat dianjurkan. Dalam penggunaan, pastikan untuk menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Hindari kontak langsung dengan kulit atau mata, dan pastikan ventilasi cukup baik dalam ruang kerja.
—
