Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 4285-48-7

5,6-Dibromo-1-hexene TCI D4844

5,6-Dibromo-1-hexene TCI D4844

Identitas Kimia

No. CAS
4285-48-7
PubChem
CID 2755398·SID 253661250
Rumus molekul
C6H10Br2
Berat molekul
241.95 g/mol
Kemurnian
>96.0%(GC)
Suhu simpan
0-10°C
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
5,6-dibromohex-1-ene
SMILES
C=CCCC(CBr)Br
InChIKey
WFGDPUOTONXJOS-UHFFFAOYSA-N
MDL
MDL00041698
Harga reguler Rp 1.803.900,00
Harga reguler Harga obral Rp 1.803.900,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI D4844 5,6-Dibromo-1-hexene adalah senyawa alifatik rantai enam karbon yang memiliki ikatan rangkap terminal pada satu ujung dan pasangan atom brom bertetangga pada ujung lainnya. Susunan ini menjadikannya building block bifungsional yang cukup istimewa, karena menyediakan dua wilayah reaktivitas yang berbeda sifatnya dalam satu molekul. Gugus alkena terminal terbuka bagi reaksi adisi, metatesis, hidroborasi, maupun polimerisasi, sedangkan gugus dibromida vicinal berperan sebagai pusat elektrofilik yang mudah digantikan oleh berbagai nukleofil.

Sifat yang membuat senyawa ini dipilih adalah kemampuannya menjadi penghubung antarfragmen molekul dengan kendali yang baik. Atom brom merupakan gugus pergi yang efektif sehingga reaksi substitusi nukleofilik berlangsung pada kondisi yang relatif ringan, dan pola dibromida vicinal memungkinkan pembentukan cincin melalui reaksi dengan nukleofil bidentat maupun eliminasi menuju sistem tak jenuh. Di sisi lain, alkena terminal dapat dibiarkan utuh selama tahap substitusi lalu dimanfaatkan kemudian, sehingga sintesis dapat disusun bertahap. Fleksibilitas rantai alifatiknya juga membuat senyawa ini berguna sebagai spacer dengan panjang yang tertentu.

Laboratorium sintesis organik di Indonesia, baik di lingkungan perguruan tinggi maupun unit penelitian industri, memanfaatkan reagen bifungsional semacam ini untuk membangun senyawa antara yang tidak tersedia secara komersial. Kemasan 1 g dan 5 g sesuai dengan skala percobaan eksplorasi yang umum dijalankan, sekaligus membatasi jumlah limbah bahan terhalogenasi yang harus dikelola.

  • Reaksi alkilasi nukleofilik: atom brom yang mudah tergantikan memungkinkan pemasangan rantai heksenil pada amina, alkohol, tiol, maupun karbanion secara terkendali.
  • Sintesis senyawa siklik: pola dibromida bertetangga memudahkan penutupan cincin ketika direaksikan dengan nukleofil yang memiliki dua pusat reaktif sekaligus.
  • Fungsionalisasi melalui alkena terminal: ikatan rangkap ujung dapat diolah lewat hidroborasi, epoksidasi, atau metatesis untuk memperluas variasi produk akhir.
  • Pembuatan monomer khusus: kombinasi alkena dan gugus pergi menjadikannya bahan awal bagi monomer polimer fungsional pada riset material.
  • Penyiapan linker rantai fleksibel: panjang rantai enam karbonnya cocok sebagai penghubung antarfragmen molekul pada penelitian kimia supramolekul dan biokonjugasi.

Merek TCI (Tokyo Chemical Industry)
Nomor CAS 4285-48-7
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 1 g dan 5 g
Bentuk fisik cairan organik terhalogenasi pada suhu ruang
Penyimpanan simpan di tempat sejuk, kering, terlindung dari cahaya, wadah tertutup rapat

Simpan cairan ini di tempat sejuk dan berventilasi baik, jauh dari panas, nyala api, dan bahan pengoksidasi kuat, karena senyawa organobromida dapat terurai perlahan bila terpapar cahaya maupun suhu tinggi. Gunakan botol kaca amber bertutup rapat dan hindari wadah plastik yang tidak tahan pelarut organik. Seluruh pemindahan dan penimbangan wajib dilakukan di dalam lemari asam sambil mengenakan sarung tangan nitril, kacamata pelindung, dan jas laboratorium. Uap senyawa terhalogenasi bersifat mengiritasi, sehingga hindari menghirupnya dan kelola limbahnya sebagai limbah terhalogenasi.

—