Diphenylmethyl 7beta-Amino-3-cephem-4-carboxylate adalah senyawa kimia yang digunakan dalam sintesis asimetris untuk pembuatan senyawa aktif biologis. Bahan ini memiliki struktur kompleks yang memungkinkan penggunaan dalam reaksi kimia yang memerlukan kontrol stereokimia. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai bahan baku untuk sintesis obat-obatan dan senyawa farmakologis.
Karakteristik utama dari senyawa ini termasuk kemampuannya untuk berpartisipasi dalam reaksi asimetris yang memerlukan pemilihan bahan pembangun chiral. Struktur kimianya yang spesifik menjadikannya ideal untuk aplikasi dalam sintesis senyawa dengan aktivitas biologis tinggi. Karena sifat kimianya yang stabil, senyawa ini mudah diolah dan cocok untuk berbagai kondisi reaksi laboratorium.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan oleh peneliti dan ilmuwan yang bekerja di bidang kimia organik dan farmakologi. Bahan ini menjadi bagian penting dalam penelitian yang bertujuan mengembangkan senyawa baru dengan efek terapi yang spesifik. Ketersediaannya di pasar lokal membantu mempercepat proses penelitian dan pengembangan di berbagai institusi riset.
- Sintesis senyawa farmakologis untuk pengembangan obat baru
- Penelitian aktivitas biologis senyawa chiral dalam bidang farmakologi
- Pengujian stereokimia dalam reaksi asimetris untuk kontrol produk akhir
- Pembuatan bahan baku untuk senyawa antibiotik dan penghambat enzim
- Pengembangan senyawa dengan aktivitas anti-inflamasi dan antioksidan
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 36923-21-4 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Asymmetric Synthesis > Chiral Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 1g |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan kelembapan |
Senyawa ini harus disimpan dalam wadah tertutup yang kedap udara, di tempat yang sejuk dan kering. Hindari paparan langsung dari cahaya matahari dan kelembapan untuk menjaga stabilitas kimianya. Selama penanganan, gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk menghindari kontak langsung. Pastikan area penyimpanan memenuhi standar keselamatan laboratorium untuk mencegah risiko kebocoran atau kontaminasi.
—
