Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 746651-52-5

3,6-Dibromo-9-(4-methoxyphenyl)-9H-carbazole TCI D5340

3,6-Dibromo-9-(4-methoxyphenyl)-9H-carbazole TCI D5340

Identitas Kimia

No. CAS
746651-52-5
PubChem
CID 58620860·SID 354335420
Rumus molekul
C19H13Br2NO
Berat molekul
431.13 g/mol
Kemurnian
>98.0%(HPLC)
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
3,6-dibromo-9-(4-methoxyphenyl)carbazole
SMILES
COC1=CC=C(C=C1)N2C3=C(C=C(C=C3)Br)C4=C2C=CC(=C4)Br
InChIKey
YXWHLCSWBLHWCH-UHFFFAOYSA-N
Harga reguler Rp 2.147.250,00
Harga reguler Harga obral Rp 2.147.250,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI D5340 3,6-Dibromo-9-(4-methoxyphenyl)-9H-carbazole adalah monomer berbasis karbazol yang membawa dua atom brom pada posisi 3 dan 6 serta gugus 4-metoksifenil yang terikat pada atom nitrogen. Di laboratorium, senyawa ini berperan sebagai building block untuk semikonduktor polimer, yakni bahan awal yang dirancang agar dapat disambung berulang menjadi rantai makromolekul terkonjugasi. Dua atom brom yang terletak simetris berfungsi sebagai titik sambung reaktif, sehingga peneliti dapat membangun polimer dengan panjang rantai dan arsitektur yang terkendali tanpa perlu memodifikasi inti karbazol terlebih dahulu.

Karakteristik yang menjadikan senyawa ini banyak dipilih adalah simetri posisi bromnya dan sifat elektronik gugus metoksifenil pada nitrogen. Posisi 3 dan 6 merupakan titik paling reaktif pada inti karbazol, sehingga reaksi kopling silang seperti Suzuki–Miyaura, Stille, maupun polimerisasi tipe Yamamoto dapat berjalan dengan selektivitas yang baik. Gugus metoksi pada cincin fenil bersifat pendonor elektron dan menaikkan kerapatan elektron sistem terkonjugasi, sekaligus memberi penanda spektroskopi yang mudah dikenali saat karakterisasi dengan resonansi magnet inti. Substituen aril pada nitrogen juga membantu menjaga kerangka tetap kaku, yang berpengaruh pada sifat termal dan morfologi film hasil pelapisan.

Di laboratorium Indonesia, monomer semacam ini banyak dipakai kelompok riset polimer terkonjugasi, kimia material, dan teknik kimia yang mengembangkan bahan untuk perangkat elektronik organik. Kemasan 1 g dan 5 g sesuai dengan alur kerja riset nasional yang lazimnya mengerjakan sintesis polimer skala kecil untuk keperluan penapisan awal, uji karakterisasi, dan pembuatan prototipe lapisan tipis sebelum melangkah ke skala yang lebih besar.

Brosur TCI (PDF)

  • Polimerisasi kopling Suzuki: dua atom brom simetris bereaksi dengan asam boronat difungsional untuk membentuk kopolimer terkonjugasi dengan pengulangan unit karbazol yang teratur sepanjang rantai.
  • Polimerisasi Yamamoto: senyawa dibromo ini dapat dihomopolimerisasi menggunakan reagen nikel, menghasilkan polikarbazol dengan sambungan 3,6 yang khas dan berat molekul terkendali.
  • Sintesis molekul kecil bercabang: kedua brom dapat disubstitusi dengan fragmen berbeda secara bertahap untuk membangun molekul berbentuk bintang maupun dendrimer terkonjugasi.
  • Bahan uji lapisan tipis: polimer hasil turunannya digunakan untuk membuat lapisan pelapis putar yang kemudian diuji sifat serapan optik, pendaran, dan stabilitas termalnya.
  • Studi pengaruh substituen nitrogen: gugus metoksifenil menjadi pembanding langsung terhadap turunan beralkoksi panjang ketika peneliti menelaah hubungan struktur dengan kelarutan dan pengemasan rantai.

Merek TCI
Nomor CAS 746651-52-5
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Materials Science > Material Building Blocks > Polymer/Macromolecule Semiconductor Building Blocks
Ukuran kemasan 1 g dan 5 g
Bentuk fisik padatan
Penyimpanan simpan di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya

Simpan monomer ini dalam wadah aslinya yang tertutup rapat pada tempat sejuk, kering, dan gelap, karena senyawa aril bromida dapat terdegradasi perlahan bila terpapar cahaya dan kelembapan dalam waktu lama. Untuk keperluan polimerisasi, kemurnian monomer sangat menentukan berat molekul akhir, sehingga wadah sebaiknya jangan sering dibuka dan penimbangan dilakukan dengan spatula yang benar-benar kering. Bekerja di dalam lemari asam dengan sarung tangan nitril, jas laboratorium, dan kacamata pelindung. Hindari kontak dengan oksidator kuat dan basa kuat. Sisa bahan serta pelarut bekas reaksi kopling wajib dibuang melalui jalur limbah kimia berhalogen yang terpisah sesuai prosedur laboratorium.

—