Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 717880-39-2

9,9-Dimethyl-10-phenyl-9,10-dihydroacridine, CAS 717880-39-2, TCI D5354

9,9-Dimethyl-10-phenyl-9,10-dihydroacridine, CAS 717880-39-2, TCI D5354

Identitas Kimia

No. CAS
717880-39-2
PubChem
CID 66585389·SID 354334684
Rumus molekul
C21H19N
Berat molekul
285.39 g/mol
Kemurnian
>98.0%(GC)
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
9,9-dimethyl-10-phenylacridine
SMILES
CC1(C2=CC=CC=C2N(C3=CC=CC=C31)C4=CC=CC=C4)C
InChIKey
CKTUEZIFXPDRMO-UHFFFAOYSA-N
MDL
MDL01851187
Harga reguler Rp 2.306.850,00
Harga reguler Rp 1.628.550,00 Harga obral Rp 2.306.850,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI D5354 9,9-Dimethyl-10-phenyl-9,10-dihydroacridine adalah senyawa heterosiklik dengan inti dihidroakridin yang membawa dua gugus metil pada posisi 9 dan satu gugus fenil yang sudah terpasang pada atom nitrogen posisi 10. Di laboratorium, senyawa ini dikenal sebagai building block semikonduktor molekul kecil sekaligus senyawa model yang banyak dirujuk dalam riset material pemancar cahaya. Berbeda dengan turunan yang masih memiliki gugus N–H, senyawa ini sudah terarilasi sehingga sering langsung dipakai sebagai bahan pembanding atau sebagai bahan awal untuk fungsionalisasi lanjutan pada cincin aromatiknya.

Sifat yang membuat senyawa ini dipilih adalah kombinasi kemampuan mendonorkan elektron yang kuat dengan geometri molekul yang khas. Kedua gugus metil pada posisi 9 bersifat kuartener dan memaksa inti dihidroakridin mengambil bentuk melengkung, sementara gugus fenil pada nitrogen cenderung berorientasi hampir tegak lurus terhadap bidang akridin. Susunan ruang ini banyak dimanfaatkan peneliti untuk memisahkan orbital terisi tertinggi dan orbital kosong terendah secara ruang pada molekul donor–akseptor. Gugus metil juga lebih tahan terhadap oksidasi dibandingkan gugus benzilik tak tersubstitusi, sehingga kerangka ini dinilai cukup stabil untuk perakitan dan pengujian perangkat.

Di laboratorium Indonesia, senyawa ini banyak dipakai kelompok riset material optoelektronik dan kimia fisik yang menelaah mekanisme pendaran serta perancangan molekul pemancar. Kemasan 200 mg cocok untuk pengukuran fotofisika dan penyiapan larutan uji, sedangkan kemasan 1 g mendukung sintesis lanjutan maupun pembuatan beberapa lapisan tipis untuk pengujian berulang.

Brosur TCI (PDF)

  • Senyawa model unit pendonor: struktur akridin terarilasi ini dipakai sebagai rujukan pembanding saat peneliti mengukur sifat fotofisika unit donor dalam molekul donor–akseptor.
  • Bahan awal fungsionalisasi lanjut: cincin aromatik pada kerangka akridin dapat dihalogenasi atau dikopling untuk menyambungkan fragmen akseptor pada posisi yang diinginkan peneliti.
  • Kajian pengaruh sudut puntir: orientasi hampir tegak lurus antara gugus fenil dan inti akridin menjadikan senyawa ini contoh yang baik untuk studi pemisahan orbital secara ruang.
  • Bahan uji pengangkut lubang: kerapatan elektron tinggi pada inti akridin mendukung perpindahan muatan positif sehingga senyawa turunannya diuji pada lapisan transpor perangkat organik.
  • Pembanding spektroskopi: senyawa dengan struktur terdefinisi jelas ini berguna sebagai standar internal ketika peneliti menafsirkan spektrum serapan dan emisi molekul yang lebih kompleks.

Merek TCI
Nomor CAS 717880-39-2
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Materials Science > Material Building Blocks > Small Molecule Semiconductor Building Blocks
Ukuran kemasan 200 mg dan 1 g
Bentuk fisik padatan
Penyimpanan simpan di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya

Simpan senyawa ini dalam wadah aslinya yang tertutup rapat pada tempat sejuk, kering, dan gelap, karena senyawa akridin umumnya peka terhadap cahaya dalam jangka panjang. Untuk keperluan pengukuran fotofisika, kemurnian sangat menentukan hasil, sehingga gunakan wadah kaca bersih, spatula kering, dan hindari kontaminasi dari debu maupun residu pelarut sebelumnya. Bekerja di dalam lemari asam dengan sarung tangan nitril, jas laboratorium, dan kacamata pelindung. Jauhkan dari oksidator kuat dan asam pekat yang dapat menyerang inti heterosiklik. Larutan sisa, filtrat, dan pelarut bekas pengujian dibuang melalui jalur limbah kimia laboratorium sesuai prosedur yang berlaku.

  • Ankianiec dkk. (1991). Synthesis and spectroscopic characteristics of bis-[dimethyl(phenyl)silylmethyl]platinum(II) complexes with phosphorus donor ligands. Polyhedron doi:10.1016/s0277-5387(00)81277-2
  • Kapoor dkk. (1998). Cis/trans influences in platinum(II) complexes. X-ray crystal structures of cis-dichloro(dimethyl sulfide)(dimethyl sulfoxide)platinum(II) and cis-dichloro(dimethyl sulfide)(dimethyl phenyl phosphine)platinum(II). Journal of Molecular Structure doi:10.1016/s0022-2860(98)00468-2

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.