Diisopropyl Hydrazine-1,2-dicarboxylate adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi sintetik di laboratorium. Bahan ini memiliki struktur kimia yang kompleks dan berperan sebagai reaktan dalam pembentukan ikatan C-X (non-halogen) yang penting dalam sintesis senyawa organik. Dalam konteks laboratorium, senyawa ini sering digunakan untuk menghasilkan senyawa lain yang memiliki aplikasi dalam bidang farmasi, kimia organik, dan penelitian material.
Karakteristik utama dari Diisopropyl Hydrazine-1,2-dicarboxylate termasuk stabilitas tertentu dalam kondisi tertentu dan kemampuannya untuk berpartisipasi dalam reaksi kimia yang kompleks. Senyawa ini memiliki sifat reaktif yang memungkinkannya berperan dalam berbagai mekanisme reaksi seperti reaksi hydrazinasi atau reaksi substitusi. Karena sifat ini, senyawa ini dipilih untuk aplikasi yang membutuhkan reaktivitas tinggi dan kemampuan untuk membentuk ikatan baru.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan dalam penelitian ilmiah dan pengembangan produk kimia. Pemakaian senyawa ini memerlukan kehati-hatian karena sifat reaktifnya, namun memungkinkan peneliti untuk menghasilkan senyawa yang memiliki nilai ilmiah dan industri. Dengan adanya produk ini, laboratorium di Indonesia dapat memenuhi kebutuhan akan bahan sintetik berkualitas tinggi.
- Reaksi sintetik dalam pembuatan senyawa organik kompleks.
- Pengembangan senyawa farmakologis untuk penelitian obat.
- Penelitian kimia organik untuk memahami mekanisme reaksi.
- Sintesis senyawa yang digunakan dalam industri material.
- Pengujian katalis dan reaktivitas dalam reaksi kimia.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 19740-72-8 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Synthetic Reagents > C-X(Non-Halogen) Bond Formation [Synthetic Reagents] |
| Ukuran kemasan | 200mg, 1g |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari paparan cahaya dan kelembapan. |
Diisopropyl Hydrazine-1,2-dicarboxylate harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan jauh dari sumber cahaya langsung serta kelembapan. Bahan ini bersifat reaktif dan perlu ditangani dengan hati-hati untuk mencegah reaksi yang tidak diinginkan. Wadah yang digunakan harus terbuat dari bahan yang tahan terhadap reaksi kimia, seperti plastik atau gelas kaca. Pemakaian bahan ini harus dilakukan di area yang terkontrol dan dengan perlengkapan pelindung seperti sarung tangan dan masker. Selain itu, bahan ini harus disimpan dalam suhu ruangan yang stabil dan jauh dari bahan kimia lain yang tidak kompatibel.
—
