Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 1809-20-7

Diisopropyl Phosphite TCI P0629

Diisopropyl Phosphite TCI P0629

Identitas Kimia

No. CAS
1809-20-7
PubChem
CID 6327350·SID 87574790
Rumus molekul
C6H14O3P+
Berat molekul
165.15 g/mol
Kemurnian
>98.0%(GC)
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
oxo-di(propan-2-yloxy)phosphanium
SMILES
CC(C)O[P+](=O)OC(C)C
InChIKey
BJLZAAWLLPMZQR-UHFFFAOYSA-N
Harga reguler Rp 1.590.750,00
Harga reguler Harga obral Rp 1.590.750,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

Diisopropyl Phosphite dari TCI adalah senyawa organofosfor golongan dialkil H-fosfonat. Senyawa ini memiliki atom fosfor yang terikat pada dua gugus isopropoksi, satu atom oksigen berikatan rangkap, dan satu atom hidrogen langsung. Sebagai building block non-heterosiklik, bahan ini menjadi sumber gugus fosfonat yang penting dalam sintesis organik. Di laboratorium, diisopropyl phosphite dipakai untuk membentuk ikatan karbon-fosfor dan fosfor-heteroatom. Ikatan ini menjadi dasar pembuatan fosfonat, fosforamidat, ligan fosfor, dan berbagai senyawa bioaktif.

Bahan ini dipilih karena ikatan P-H-nya reaktif dan dapat dimanfaatkan dalam banyak jenis reaksi. Contohnya reaksi Pudovik dengan aldehida atau imina, reaksi Atherton-Todd untuk membentuk fosforamidat, alkilasi tipe Michaelis-Becker, dan kopling silang terkatalisis paladium tipe Hirao dengan aril halida. Gugus isopropil lebih besar daripada gugus metil atau etil, sehingga ester yang terbentuk umumnya lebih tahan terhadap hidrolisis yang tidak diinginkan. Meski demikian, ester ini tetap bisa diputus untuk menghasilkan asam fosfonat ketika diperlukan.

Di Indonesia, diisopropyl phosphite relevan bagi laboratorium kimia organik sintesis, kimia medisinal, dan kimia material. Laboratorium ini antara lain meneliti senyawa fosfonat untuk aplikasi farmasi, agrokimia, penghambat nyala, atau pengkelat logam. Bahan ini juga berguna untuk riset ligan katalis berbasis fosfor. Kemasan 25g cocok untuk eksplorasi rute sintesis dan optimasi skala bangku. Kemasan 500g mendukung pembuatan intermediat dalam jumlah lebih besar atau program penelitian yang berlangsung lama.

  • Reaksi Pudovik dan Abramov: ikatan P-H dapat beradisi pada aldehida, keton, atau imina sehingga menghasilkan alfa-hidroksi dan alfa-amino fosfonat untuk riset bioaktif.
  • Kopling silang tipe Hirao: dengan katalis paladium, bahan ini bereaksi dengan aril atau vinil halida membentuk arilfosfonat yang sulit dibuat dengan cara lain.
  • Sintesis fosforamidat melalui Atherton-Todd: reaksinya dengan amina dalam kondisi oksidatif memberi ikatan P-N yang penting dalam kimia medisinal dan prodrug.
  • Pembuatan asam fosfonat: ester isopropil yang terbentuk dapat diputus setelah sintesis selesai, sehingga diperoleh asam fosfonat untuk penelitian pengkelat logam dan modifikasi permukaan.
  • Penelitian ligan dan bahan penghambat nyala: gugus fosfonat yang dipasang ke kerangka organik berguna untuk merancang ligan logam maupun aditif polimer berbasis fosfor.

Merek TCI
Nomor CAS 1809-20-7
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 25g, 500g
Bentuk fisik umumnya berupa cairan
Penyimpanan peka terhadap kelembapan; simpan tertutup rapat di tempat sejuk dan kering

Simpan diisopropyl phosphite dalam wadah aslinya yang tertutup rapat, di tempat sejuk, kering, dan berventilasi baik. Sebaiknya simpan di bawah gas inert, karena kelembapan dapat menghidrolisis ester fosfit secara perlahan. Jauhkan dari oksidator kuat, basa kuat, dan sumber panas. Gunakan alat suntik atau pipet yang kering saat mengambil bahan. Kenakan sarung tangan tahan bahan kimia, kacamata pelindung, dan jas laboratorium, bekerja di lemari asam, hindari kontak dengan kulit maupun menghirup uapnya, dan baca SDS produsen.

  • Jiang dkk. (2010). Synergistic effect of diisopropyl phosphite and triphenyl thiophosphate additives on tribological properties of T8 steel/Al2O3 ceramics. Wear doi:10.1016/j.wear.2009.12.016
  • Lakshminarayana dkk. (2010). Anhydrous proton-conducting organic–inorganic hybrid membranes synthesized from tetramethoxysilane/methyltrimethoxysilane/diisopropyl phosphite and ionic liquid. Ionics doi:10.1007/s11581-010-0436-z
  • Jiang dkk. (2011). Synergistic effect of diisopropyl phosphite and over‐based calcium sulphonate additives on tribological properties of AISI 52100 steel/Al2O3 ceramics. Lubrication Science doi:10.1002/ls.155

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.