TCI D3417 Diisobutyl Phosphite adalah reagen fosfor organik golongan dialkil hidrogen fosfonat yang berperan penting sebagai sumber ikatan fosfor–hidrogen di laboratorium sintesis. Molekulnya terdiri atas atom fosfor yang mengikat dua gugus isobutoksi serta satu atom hidrogen yang reaktif, sehingga senyawa ini dapat bertindak sebagai nukleofil fosfor dalam berbagai reaksi pembentukan ikatan karbon–fosfor. Kehadirannya di rak reagen memungkinkan peneliti memasukkan gugus fosfonat ke dalam kerangka molekul organik secara langsung, tanpa perlu menyiapkan pereaksi fosfor antara yang penanganannya jauh lebih rumit dan menuntut peralatan khusus.
Karakteristik yang membuat reagen ini dipilih adalah reaktivitas ikatan P–H yang tinggi namun tetap terkendali. Reagen ini dapat mengikuti reaksi Pudovik terhadap aldehida, keton, maupun imina untuk menghasilkan α-hidroksi dan α-amino fosfonat, serta dapat menjalani adisi tipe Michael pada akseptor tak jenuh. Dua gugus isobutil bercabang memberi kelarutan yang baik dalam pelarut organik dan sifat sterik yang berbeda dibandingkan analog dietil, sebuah faktor yang kerap dimanfaatkan untuk mengatur selektivitas. Wujudnya berupa cairan, sehingga pemindahannya praktis dilakukan dengan pipet atau syringe pada kerja skala kecil.
Di laboratorium Indonesia, reagen ini banyak dipakai pada riset kimia organofosfor, pengembangan senyawa penghambat berbasis fosfonat, kajian bahan aditif, serta penelitian ekstraksi logam pada bidang metalurgi dan lingkungan. Kemasan 25 g memenuhi kebutuhan tipikal riset skala laboratorium yang menjalankan beberapa siklus optimasi reaksi. Karena bahan cenderung peka terhadap uap air, penyimpanan yang tertutup rapat menjadi perhatian penting pada iklim tropis dengan kelembapan udara yang tinggi sepanjang tahun.
- Reaksi Pudovik pada karbonil: ikatan P–H menyerang aldehida atau keton sehingga menghasilkan α-hidroksi fosfonat yang menjadi kerangka dasar banyak senyawa bioaktif.
- Sintesis α-amino fosfonat: adisi terhadap imina menghasilkan analog asam amino berbasis fosfor yang banyak diteliti sebagai penghambat enzim dalam kimia medisinal.
- Adisi tipe Michael: reagen berperan sebagai nukleofil fosfor terhadap akseptor tak jenuh, memberikan produk fosfonat berantai panjang dengan prosedur yang relatif sederhana.
- Pembuatan pereaksi ekstraksi logam: kerangka dialkil fosfonat menjadi bahan awal ligan pengekstrak yang digunakan pada kajian pemisahan ion logam di laboratorium.
- Riset bahan aditif dan penstabil: gugus fosfor organik ditelaah kemampuannya sebagai komponen antioksidan maupun penahan api dalam formulasi bahan polimer.
| Merek | TCI (Tokyo Chemical Industry) |
|---|---|
| Nomor CAS | 1189-24-8 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25 g |
| Bentuk fisik | cairan |
| Penyimpanan | simpan tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, hindari kontak dengan uap air dan udara terbuka berkepanjangan |
Simpan botol pada ruang reagen yang sejuk, kering, dan berventilasi baik, jauh dari panas, nyala api, serta bahan pengoksidasi. Karena reagen fosfonat cenderung peka terhadap kelembapan, tutup wadah harus selalu terpasang rapat dan pengambilan sebaiknya dilakukan dengan syringe kering atau di bawah aliran gas inert bila prosedur menuntut kondisi bebas air. Lakukan seluruh pemindahan di dalam lemari asam karena uapnya dapat mengiritasi saluran pernapasan. Gunakan sarung tangan nitril, pelindung mata, dan jas laboratorium. Jangan mengembalikan sisa cairan ke botol induk agar mutu bahan terjaga, dan kumpulkan limbah dalam wadah khusus limbah organik berlabel sesuai prosedur laboratorium serta lembar data keselamatan produsen.
—
