Dihydrotanshinone I adalah senyawa kimia yang digunakan dalam penelitian bidang kehidupan ilmiah, terutama dalam bidang biofarmaka dan eksperimen biokimia. Bahan ini merupakan satu dari komponen aktif yang terdapat dalam temulawak, tanaman yang dikenal memiliki aktivitas antioksidan dan anti-inflamasi. Dalam laboratorium, Dihydrotanshinone I sering digunakan sebagai bahan baku untuk pengembangan obat, penelitian efek biologis, serta analisis kimia. Sebagai bahan kimia murni, senyawa ini memiliki potensi untuk digunakan dalam berbagai aplikasi ilmiah yang memerlukan keakuratan dan konsistensi.
Dihydrotanshinone I memiliki struktur molekuler yang kompleks dan sifat kimia yang stabil, sehingga memungkinkan penggunaannya dalam berbagai kondisi eksperimen. Senyawa ini juga memiliki daya larut yang baik dalam pelarut organik, sehingga memudahkan proses penyiapan larutan untuk eksperimen. Karena sifatnya yang tidak beracun dan relatif aman dalam penggunaan yang sesuai, Dihydrotanshinone I menjadi pilihan yang tepat untuk penelitian di lingkungan laboratorium yang memprioritaskan keselamatan dan efisiensi.
Di Indonesia, Dihydrotanshinone I sering digunakan dalam penelitian bidang farmasi dan biomedis. Bahan ini juga menjadi bahan bantu dalam pengembangan produk herbal modern dan penelitian tentang efek kesehatan dari tanaman obat lokal. Dengan adanya akses ke bahan ini, para peneliti di Indonesia dapat mengembangkan inovasi ilmiah yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
- Penelitian efek antioksidan pada tanaman obat lokal
- Pengembangan obat herbal berbasis senyawa alami
- Analisis komponen aktif dalam ekstrak temulawak
- Uji aktivitas anti-inflamasi pada model sel
- Penelitian mekanisme aksi senyawa bioaktif
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 87205-99-0 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Biochemicals and Reagents |
| Ukuran kemasan | 10mg |
| Bentuk fisik | Serbuk kristalin |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat, jauh dari cahaya dan kelembapan |
Dihydrotanshinone I harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan jauh dari paparan cahaya matahari langsung. Tempat penyimpanan yang ideal adalah di ruangan dengan suhu stabil dan kelembapan rendah. Bahan ini sebaiknya disimpan dalam wadah kaca atau plastik yang tahan terhadap reaksi kimia. Selama penanganan, pengguna harus memakai sarung tangan dan masker untuk mencegah paparan langsung. Karena sifatnya yang tidak beracun, bahan ini relatif aman, tetapi tetap perlu dihandle dengan hati-hati untuk memastikan keamanan dan kualitas eksperimen.
- (2017). Probing the Oncolytic and Chemosensitizing Effects of Dihydrotanshinone in an In Vitro Glioblastoma Model. Anticancer Research doi:10.21873/anticanres.12049
- PeerJ Editorial Office (2024). Retraction: Dihydrotanshinone I inhibits hepatocellular carcinoma cells proliferation through DNA damage and EGFR pathway. PeerJ doi:10.7717/peerj-15022/retraction
- Kumar dkk. (2018). Abstract 2860: The chemosensitizing and oncolytic effects of Dihydrotanshinone in glioblastoma. Cancer Research doi:10.1158/1538-7445.am2018-2860
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
