Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 134030-21-0

N1,N2-Dimesitylethane-1,2-diamine TCI D5643

N1,N2-Dimesitylethane-1,2-diamine TCI D5643
Harga reguler Rp 3.600.450,00
Harga reguler Harga obral Rp 3.600.450,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 4-5 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI D5643 N1,N2-Dimesitylethane-1,2-diamine adalah diamina vicinal yang kedua atom nitrogennya membawa gugus mesitil, yaitu cincin aromatik dengan tiga substituen metil. Senyawa ini dikategorikan sebagai ligan pendonor nitrogen untuk keperluan katalisis dan merupakan prekursor penting dalam pembuatan garam imidazolinium serta karbena N-heterosiklik jenuh. Di laboratorium kimia organologam, bahan ini menjadi titik awal untuk membangun ligan yang kemudian dikoordinasikan pada logam transisi seperti rutenium, paladium, atau tembaga guna menghasilkan katalis dengan aktivitas dan stabilitas tinggi.

Nilai utama senyawa ini terletak pada gugus mesitil yang memberikan halangan sterik besar di sekitar atom nitrogen. Halangan sterik inilah yang, setelah senyawa diubah menjadi karbena N-heterosiklik, melindungi pusat logam dari jalur dekomposisi sekaligus mengendalikan selektivitas reaksi katalitik. Kerangka etilendiamina yang jenuh menghasilkan cincin lima anggota yang fleksibel namun kokoh, berbeda karakternya dari analog tak jenuh, dan sifat pendonor elektron nitrogen yang kuat menghasilkan ikatan logam–ligan yang rapat. Kombinasi donasi elektron kuat dan perisai sterik ini menjadikannya bahan dasar yang sangat dihargai dalam desain katalis modern.

Riset katalisis di Indonesia terus berkembang, terutama pada topik metatesis olefin, reaksi kopling silang, dan sintesis hijau yang menekankan efisiensi atom. Laboratorium pascasarjana yang mengerjakan tema ini membutuhkan prekursor ligan bermutu dalam jumlah kecil karena katalis umumnya dipakai pada beban rendah. Kemasan 1 g sangat sesuai dengan pola kerja tersebut dan disediakan AMI Scientific untuk mendukung penelitian katalisis nasional.

  • Prekursor karbena N-heterosiklik jenuh — diamina ini dikonversi menjadi garam imidazolinium yang kemudian dideprotonasi menghasilkan ligan NHC dengan donasi elektron sangat kuat.
  • Sintesis katalis metatesis olefin — ligan turunannya banyak dipakai pada katalis berbasis rutenium generasi lanjut yang menuntut perisai sterik besar untuk menjaga stabilitas.
  • Pembuatan katalis kopling silang paladium — sifat pendonor kuat ligan NHC mempercepat tahap adisi oksidatif sehingga reaksi berlangsung pada suhu dan beban katalis yang lebih rendah.
  • Pengembangan ligan kelat pendonor nitrogen — kerangka etilendiamina dapat langsung mengkelat logam transisi, berguna bagi kajian struktur kompleks dan sifat koordinasi.
  • Riset desain katalis dan studi efek sterik — gugus mesitil menjadi model klasik untuk mengukur pengaruh halangan ruang terhadap laju dan selektivitas reaksi katalitik.

Merek TCI
Nomor CAS 134030-21-0
Rumus molekul
Kemurnian
Kategori Chemistry > Catalysis and Inorganic Chemistry > Nitrogen-Donor Ligands [Catalysis]
Ukuran kemasan 1 g
Bentuk fisik padatan (solid)
Penyimpanan simpan di tempat sejuk dan kering, terlindung dari udara dan cahaya

Simpan senyawa ini dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan gelap. Karena amina aromatik dapat mengalami oksidasi bertahap dan perubahan warna bila terpapar udara dalam waktu lama, penyimpanan di bawah atmosfer gas inert seperti nitrogen atau argon sangat dianjurkan, terutama bila wadah sudah dibuka berulang kali. Hindari kontak dengan asam kuat, bahan pengoksidasi, dan sumber panas. Lakukan penimbangan di dalam lemari asam atau glove box menggunakan spatula kering dan bersih. Gunakan sarung tangan nitril, kacamata pelindung, dan jas laboratorium, karena amina umumnya bersifat iritan bagi kulit dan mata. Selalu rujuk Safety Data Sheet produsen.