2,3-Dimethyl-1,3-benzothiazol-3-ium Iodide adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai eksperimen kimia dan analisis laboratorium. Bahan ini memiliki struktur kompleks yang terdiri dari gugus benzothiazol dan ion iodida, menjadikannya bahan yang sangat penting dalam sintesis senyawa organik. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai bahan bantu dalam reaksi kimia, terutama dalam proses substitusi dan reaksi elektrofilik.
Karakteristik utama dari senyawa ini adalah kelarutan yang baik dalam pelarut organik seperti etil asetat dan etanol, serta stabilitas kimia yang relatif tinggi. Sifat ini memudahkan proses pemisahan dan pemanfaatan senyawa dalam berbagai reaksi kimia. Selain itu, senyawa ini memiliki sifat reaktif yang memungkinkan penggunaannya dalam berbagai macam reaksi kimia, baik sebagai reaktan maupun katalis.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini sering ditemukan dalam penelitian kimia organik dan analisis kimia. Karena ketersediaannya dan sifat reaktifnya, senyawa ini menjadi pilihan utama dalam penelitian yang memerlukan bahan kimia dengan struktur kompleks dan reaktivitas tinggi.
- Digunakan dalam sintesis senyawa organik sebagai bahan bantu dalam reaksi substitusi
- Cocok untuk analisis kimia karena stabilitas dan kelarutan yang baik
- Mempercepat proses reaksi elektrofilik dalam reaksi kimia kompleks
- Berguna dalam penelitian tentang senyawa aromatik dan heterosiklik
- Dapat digunakan dalam pembuatan bahan aktif farmakologis dan bahan kimia industri
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 2785-06-0 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | TCI |
| Ukuran kemasan | 5g, 25g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Senyawa ini harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering untuk mencegah kontaminasi dan reaksi kimia. Hindari paparan langsung sinar matahari dan kelembapan. Dalam penanganan, gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk mencegah kontak langsung dengan kulit atau mata. Pastikan area penyimpanan tidak terbuka dan terjaga agar senyawa tetap dalam kondisi optimal.
—
