TCI D3903 1,2-Dimethyl-3-propylimidazolium Iodide, yang sering disingkat DMPII, adalah garam cair ionik berbasis kation imidazolium dengan iodida sebagai anion. Senyawa ini termasuk kelompok ionic liquid, yaitu garam organik yang meleleh pada suhu relatif rendah dan memiliki tekanan uap sangat kecil. Di laboratorium, DMPII paling dikenal sebagai komponen utama elektrolit sel surya tersensitisasi zat warna (dye-sensitized solar cell atau DSSC), tempat pasangan redoks iodida/triiodida berperan meregenerasi molekul pewarna setelah proses injeksi elektron berlangsung.
Sifat yang membuat senyawa ini banyak dipilih adalah konduktivitas ioniknya yang baik disertai stabilitas termal dan kimia yang tinggi. Substitusi metil pada posisi 2 cincin imidazolium menghalangi deprotonasi pada karbon paling asam, sehingga kation menjadi lebih tahan terhadap kondisi basa dan lebih stabil selama pengoperasian perangkat dalam jangka panjang. Tekanan uapnya yang sangat rendah mengurangi risiko kebocoran dan penguapan elektrolit, sebuah masalah klasik pada elektrolit berbasis pelarut organik mudah menguap. Anion iodida sekaligus menyediakan sumber ion untuk membentuk pasangan redoks tanpa perlu menambahkan garam pendukung berlebih.
Di Indonesia, bahan ini digunakan oleh kelompok riset energi terbarukan, fisika material, dan teknik kimia yang mengembangkan sel surya generasi ketiga berbiaya rendah. Penelitian DSSC cukup populer di berbagai universitas nasional karena proses fabrikasinya relatif sederhana dan dapat memanfaatkan pewarna alami dari sumber hayati lokal. Selain itu, cairan ionik juga dikaji sebagai pelarut hijau alternatif dalam sintesis organik dan proses pemisahan. Kemasan 5 g dan 25 g mendukung baik percobaan formulasi awal maupun rangkaian pengujian perangkat yang lebih panjang.
- Elektrolit sel surya DSSC: senyawa ini menyediakan sumber iodida bagi pasangan redoks yang meregenerasi molekul pewarna tersensitisasi setelah injeksi elektron berlangsung.
- Pelarut hijau untuk sintesis: cairan ionik dipakai menggantikan pelarut organik mudah menguap sehingga emisi uap dan risiko kebakaran di laboratorium dapat ditekan.
- Kajian elektrokimia: konduktivitas ionik dan jendela potensialnya diukur untuk memahami perilaku antarmuka elektroda pada berbagai sistem penyimpanan energi.
- Formulasi elektrolit gel dan kuasi-padat: senyawa ini dicampur dengan polimer atau nanopartikel untuk membuat elektrolit yang lebih stabil dan tidak mudah bocor.
- Media reaksi katalitik: sifat pelarutnya yang unik dapat meningkatkan laju serta selektivitas reaksi tertentu sekaligus memudahkan pemisahan dan pemakaian ulang katalis.
| Merek | TCI (Tokyo Chemical Industry), kode produk D3903 |
|---|---|
| Nomor CAS | 218151-78-1 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Specialty Synthesis > Ionic Liquids [Specialty Synthesis] |
| Ukuran kemasan | 5 g dan 25 g |
| Bentuk fisik | garam cair ionik berbasis kation imidazolium dengan anion iodida |
| Penyimpanan | wadah tertutup rapat, terlindung cahaya, tempat sejuk dan kering |
Simpan senyawa ini dalam wadah asli yang tertutup rapat dan terlindung dari cahaya, karena anion iodida dapat teroksidasi menjadi triiodida bila terpapar udara dan sinar dalam waktu lama sehingga warnanya menggelap. Tempatkan di lemari bahan kimia yang sejuk dan kering; sifatnya yang higroskopis membuat penyerapan uap air dapat mengubah viskositas serta kinerja elektrokimianya. Gunakan sarung tangan nitril, kacamata pengaman, dan jas laboratorium selama penanganan, serta bekerja di area berventilasi baik. Sebaiknya botol dibuka dan ditutup kembali secepat mungkin, bila perlu di dalam kotak sarung tangan bila digunakan untuk perakitan perangkat elektronik.
—

