TCI E0054 dengan nomor CAS 2313-87-3 adalah 4-Ethoxychrysoidine Hydrochloride, sebuah senyawa azo berwarna yang dipasok dalam bentuk garam hidroklorida. Di laboratorium kimia analitik, bahan ini dikenal sebagai indikator redoks yang digunakan untuk menandai titik akhir titrasi, khususnya pada titrasi yang melibatkan oksidator kuat seperti bromat dan bromin. Perannya sangat praktis: alih-alih memerlukan instrumen potensiometri, analis cukup mengamati perubahan warna larutan untuk menentukan kapan reaksi titrasi telah selesai secara stoikiometri.
Karakteristik utama yang membuat senyawa ini dipilih adalah kepekaannya terhadap oksidator serta perubahan warna yang tegas dan mudah diamati mata telanjang. Gugus azo pada struktur kromoforanya akan teroksidasi secara ireversibel ketika terdapat kelebihan oksidator di dalam larutan, sehingga warna larutan memudar atau berubah pada titik akhir titrasi. Bentuk garam hidroklorida membuat senyawa ini mudah dilarutkan dalam medium berair maupun campuran air-alkohol, sehingga penyiapan larutan indikator menjadi sederhana. Jumlah indikator yang dibutuhkan per titrasi pun sangat kecil, biasanya hanya beberapa tetes larutan encer.
Di laboratorium Indonesia, indikator seperti ini banyak dipakai pada laboratorium analisis farmasi, laboratorium pengujian mutu, laboratorium pendidikan kimia analitik, serta laboratorium industri yang menjalankan metode titrimetri baku. Tersedianya tiga ukuran kemasan, yaitu 1 g, 5 g, dan 25 g, memudahkan penyesuaian antara laboratorium pendidikan yang hanya memerlukan sedikit bahan dan laboratorium rutin dengan volume pengujian tinggi.
Brosur TCI (PDF)
- Titration Reagents and TLC Stains 2026-05-07 · hal. 3
- Indikator titrasi bromatometri, karena senyawa azo ini teroksidasi tegas oleh kelebihan bromin sehingga perubahan warnanya menandai titik akhir titrasi dengan jelas.
- Penetapan kadar bahan farmasi secara titrimetri, sebab metode titrasi berbasis oksidator memerlukan indikator visual yang andal untuk laboratorium tanpa perangkat potensiometri.
- Praktikum kimia analitik di perguruan tinggi, karena perubahan warnanya mudah diamati mahasiswa sehingga konsep titik akhir titrasi dapat dipahami secara langsung dan visual.
- Analisis rutin laboratorium pengujian mutu, sebab pemakaian indikator ini hemat, cepat, dan tidak membutuhkan instrumentasi mahal untuk memperoleh hasil yang dapat diandalkan.
- Kajian perbandingan kinerja indikator redoks, karena karakter oksidasi gugus azonya dapat dibandingkan dengan indikator lain guna memilih sistem yang paling sesuai.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 2313-87-3 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Analytical Chemistry > Analytical Reagents > Titration Reagents |
| Ukuran kemasan | 1 g, 5 g, dan 25 g |
| Bentuk fisik | serbuk atau kristal berwarna (senyawa azo) |
| Penyimpanan | simpan di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya dalam wadah tertutup rapat |
Simpan indikator ini dalam wadah aslinya yang tertutup rapat di lemari bahan kimia yang sejuk, kering, serta terhindar dari sinar matahari langsung, karena senyawa azo umumnya peka terhadap cahaya dan kelembapan. Jauhkan dari bahan pengoksidasi kuat agar kualitas indikator tetap terjaga. Larutan indikator yang telah disiapkan sebaiknya disimpan dalam botol gelap bertutup rapat dan diberi label berisi konsentrasi serta tanggal pembuatan. Gunakan sarung tangan, jas laboratorium, dan kacamata pengaman saat menimbang karena serbuk pewarna mudah beterbangan dan dapat menodai kulit, pakaian, maupun permukaan meja kerja.
—

