TCI E0159 4-Ethylphenol adalah senyawa fenol tersubstitusi dengan gugus etil pada posisi para terhadap gugus hidroksil. Senyawa ini termasuk building block non-heterosiklik yang banyak digunakan sebagai bahan awal sintesis maupun sebagai senyawa acuan dalam pekerjaan analitik. Di laboratorium, alkilfenol seperti ini penting karena gugus hidroksil fenoliknya dapat dieterifikasi, diesterifikasi, atau dioksidasi, sementara cincin aromatiknya masih memiliki posisi terbuka untuk reaksi substitusi. Selain itu, 4-etilfenol dikenal luas sebagai senyawa penanda aroma pada produk fermentasi, sehingga sering diperlukan dalam kajian kimia pangan dan minuman.
Karakter yang membuatnya dipilih adalah keasaman lemah gugus fenolik yang memungkinkan pembentukan fenoksida secara terkendali, serta sifat pemberi elektron dari gugus etil yang mengarahkan reaksi substitusi ke posisi tertentu pada cincin. Kombinasi ini memberi peneliti kendali yang baik atas arah reaksi. Gugus etil juga menaikkan sifat lipofilik dibandingkan fenol sederhana, sehingga senyawa ini berguna dalam studi hubungan struktur dan sifat, termasuk kajian kelarutan, distribusi, serta perilaku retensi pada kromatografi. Sebagai fenol, senyawa ini bersifat korosif terhadap kulit dan menuntut penanganan yang berhati-hati.
Di Indonesia, senyawa ini sering dibutuhkan laboratorium kimia organik, laboratorium analisis pangan dan minuman fermentasi, serta kelompok riset yang mempelajari senyawa turunan lignin. Kemasan 25 g cocok untuk keperluan analitik seperti pembuatan larutan standar dan verifikasi metode, sedangkan kemasan 500 g menjawab kebutuhan laboratorium yang menjalankan sintesis berulang atau memproduksi bahan antara pada skala preparatif.
- Senyawa acuan analisis aroma pada produk fermentasi, karena 4-etilfenol merupakan penanda fenolik yang lazim dipantau pada kajian mutu minuman dan pangan.
- Bahan awal sintesis eter dan ester fenolik, sebab gugus hidroksilnya mudah diaktifkan menjadi fenoksida untuk reaksi dengan berbagai elektrofil.
- Senyawa model dalam riset lignin dan biomassa, mengingat unit alkilfenol menyerupai fragmen yang dihasilkan pada penguraian struktur lignin secara termal atau katalitik.
- Standar kalibrasi kromatografi fenol, karena senyawa ini memberikan waktu retensi dan respons detektor yang konsisten sehingga cocok untuk kurva kalibrasi.
- Sintesis resin dan bahan antara polimer skala laboratorium, karena fenol tersubstitusi berperan mengatur derajat ikatan silang serta sifat akhir material.
| Merek | TCI (Tokyo Chemical Industry) |
|---|---|
| Nomor CAS | 123-07-9 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25 g dan 500 g |
| Bentuk fisik | padatan pada suhu ruang yang mudah melunak saat hangat |
| Penyimpanan | simpan tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan terlindung cahaya sesuai anjuran produsen |
Fenol dan turunannya bersifat korosif serta dapat terserap melalui kulit, sehingga penanganannya menuntut kedisiplinan. Gunakan sarung tangan nitril, kacamata pengaman atau pelindung wajah, dan jas laboratorium tertutup; lakukan seluruh penimbangan serta pemindahan bahan di dalam lemari asam. Simpan wadah dalam lemari bahan kimia yang sejuk, kering, dan berventilasi, terpisah dari oksidator kuat dan basa kuat. Karena bahan ini dapat melunak pada suhu ruang yang hangat, wadah sebaiknya diletakkan tegak dan tidak ditumpuk agar tidak terjadi kebocoran. Bilas segera dengan air mengalir bila terjadi kontak dengan kulit, dan kumpulkan seluruh sisa bahan sebagai limbah kimia berbahaya.
- Reeve dkk. (1990). Stereochemical aspects of the oxidation of 4-ethylphenol by the bacterial enzyme 4-ethylphenol methylenehydroxylase. Biochemical Journal doi:10.1042/bj2690815
- Yi dkk. (2021). Isobaric Vapor–Liquid Equilibrium for the Binary Systems of 2-Phenylethanol + 2-Ethylphenol, 1-Phenyl-2-propanol + 2-Ethylphenol, 2-Phenylethanol + 1-Phenyl-2-propanol and 2-Phenyl-1-propanol + 2-Ethylphenol under 101.3 kPa. Journal of Chemical & Engineering Data doi:10.1021/acs.jced.1c00500
- Takahashi dkk. (2006). Susceptibility of newborn rats to 3‐ethylphenol and 4‐ethylphenol compared with that of young rats. Congenital Anomalies doi:10.1111/j.1741-4520.2006.00098.x
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
