TCI E0160 2-Ethylphenol adalah isomer orto dari etilfenol, yaitu senyawa fenol dengan gugus etil yang menempel pada karbon tepat di samping gugus hidroksil. Senyawa ini dikelompokkan sebagai building block non-heterosiklik dan tersedia dalam bentuk cairan. Di laboratorium, senyawa ini berfungsi sebagai bahan awal sintesis turunan fenolik, sebagai substrat model untuk mempelajari pengaruh halangan ruang terhadap reaktivitas gugus hidroksil, serta sebagai senyawa pembanding pada analisis kelompok fenol yang menuntut pemisahan antar isomer secara jelas.
Keistimewaan isomer orto terletak pada kedekatan gugus etil dengan gugus hidroksil. Kedekatan ini menimbulkan halangan ruang yang menurunkan kemudahan gugus hidroksil bereaksi dengan reagen berukuran besar, sekaligus memungkinkan terjadinya interaksi intramolekul yang memengaruhi keasaman, titik didih, dan pola serapan spektroskopinya. Perbedaan halus inilah yang membuat senyawa ini sering dipakai berpasangan dengan isomer meta dan para dalam kajian hubungan struktur dan sifat. Bentuk cairnya memudahkan pengukuran dengan pipet dan pembuatan larutan induk, namun juga berarti bahan ini mudah menyebar bila tumpah dan menghasilkan uap berbau tajam.
Laboratorium di Indonesia biasanya memerlukan senyawa ini pada penelitian kimia organik sintesis, analisis lingkungan yang memantau senyawa golongan fenol, serta riset material dan resin. Pilihan kemasan 25 mL, 100 mL, dan 500 mL memberi keleluasaan: volume kecil untuk pembuatan larutan standar dan percobaan pendahuluan, volume sedang untuk pekerjaan rutin, dan volume besar untuk kegiatan sintesis yang dijalankan berulang dalam satu periode penelitian.
- Senyawa pembanding analisis isomer fenol, karena keberadaan standar orto sangat membantu memastikan bahwa metode kromatografi mampu memisahkan ketiga isomer.
- Bahan awal sintesis turunan fenolik berhalangan ruang, sebab posisi orto gugus etil menghasilkan lingkungan sterik yang berguna untuk merancang ligan tertentu.
- Studi pengaruh halangan ruang pada reaktivitas, mengingat perbandingan langsung dengan isomer para memberikan gambaran jelas tentang peran posisi substituen.
- Analisis lingkungan senyawa golongan fenol, karena senyawa ini dipakai sebagai larutan standar untuk kalibrasi dan verifikasi pemulihan pada metode uji air.
- Riset resin dan bahan antara polimer, karena fenol tersubstitusi orto memengaruhi laju kondensasi serta struktur jaringan produk yang terbentuk.
| Merek | TCI (Tokyo Chemical Industry) |
|---|---|
| Nomor CAS | 90-00-6 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25 mL, 100 mL, dan 500 mL |
| Bentuk fisik | cairan dengan bau khas fenolik |
| Penyimpanan | wadah tertutup rapat, tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya sesuai anjuran produsen |
Sebagai fenol cair, bahan ini bersifat korosif dan dapat terserap melalui kulit, sehingga seluruh pekerjaan pengukuran dan pemindahan harus dilakukan di dalam lemari asam dengan sarung tangan nitril, kacamata pengaman atau pelindung wajah, serta jas laboratorium tertutup. Simpan wadah tegak dalam lemari bahan kimia yang sejuk, kering, dan berventilasi baik, terpisah dari oksidator kuat dan basa kuat. Tutup rapat setelah digunakan agar uap berbau tajam tidak menyebar ke ruang kerja. Sediakan bahan penyerap untuk mengantisipasi tumpahan, jangan membuang sisa bahan ke saluran air, dan kumpulkan limbah cair beserta bahan pembersih tumpahan sebagai limbah kimia berbahaya.
- Reeve dkk. (1990). Stereochemical aspects of the oxidation of 4-ethylphenol by the bacterial enzyme 4-ethylphenol methylenehydroxylase. Biochemical Journal doi:10.1042/bj2690815
- Yi dkk. (2021). Isobaric Vapor–Liquid Equilibrium for the Binary Systems of 2-Phenylethanol + 2-Ethylphenol, 1-Phenyl-2-propanol + 2-Ethylphenol, 2-Phenylethanol + 1-Phenyl-2-propanol and 2-Phenyl-1-propanol + 2-Ethylphenol under 101.3 kPa. Journal of Chemical & Engineering Data doi:10.1021/acs.jced.1c00500
- Takahashi dkk. (2006). Susceptibility of newborn rats to 3‐ethylphenol and 4‐ethylphenol compared with that of young rats. Congenital Anomalies doi:10.1111/j.1741-4520.2006.00098.x
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
