2-Ethylpyrazine adalah senyawa kimia yang termasuk dalam kategori heterosiklik, yang memiliki struktur cincin dengan atom nitrogen. Senyawa ini sering digunakan sebagai bahan dasar dalam sintesis senyawa kompleks, terutama dalam bidang kimia organik. Dalam laboratorium, 2-Ethylpyrazine berperan sebagai bahan pembangun yang membantu dalam pembentukan senyawa dengan struktur heterosiklik yang lebih kompleks. Bahan ini sangat penting dalam penelitian kimia, terutama dalam pengembangan senyawa dengan sifat tertentu seperti aroma, aktivitas biologis, atau sifat kimia yang unik.
2-Ethylpyrazine memiliki sifat kimia yang stabil, namun tetap reaktif dalam kondisi tertentu. Senyawa ini memiliki aroma yang khas, yang membuatnya relevan dalam penelitian tentang aroma dan rasa. Karakteristik ini menjadikannya pilihan yang tepat untuk aplikasi yang membutuhkan senyawa dengan sifat aromatik atau reaktivitas tertentu. Selain itu, kemampuannya untuk bereaksi dengan berbagai reagen membuatnya fleksibel dalam berbagai reaksi kimia.
Dalam konteks laboratorium di Indonesia, 2-Ethylpyrazine sering digunakan dalam penelitian kimia organik, terutama oleh institusi pendidikan dan penelitian yang fokus pada sintesis senyawa heterosiklik. Bahan ini juga digunakan dalam pengembangan produk kimia yang memiliki aplikasi dalam industri makanan, farmasi, dan bahan kimia industri.
- Sintesis senyawa heterosiklik kompleks untuk penelitian kimia organik.
- Pengembangan aroma dan rasa dalam industri makanan dan minuman.
- Penelitian tentang aktivitas biologis senyawa kimia.
- Pembuatan bahan baku untuk senyawa farmakologis.
- Uji reaktivitas senyawa dalam reaksi kimia organik.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 13925-00-3 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g, 25g |
| Bentuk fisik | Padat (serbuk) |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering. |
2-Ethylpyrazine harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, menjauh dari paparan cahaya langsung. Bahan ini bersifat reaktif dan perlu ditangani dengan hati-hati, menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Karena memiliki aroma yang kuat, wadah harus ditutup rapat untuk mencegah penguapan. Penyimpanan yang tepat akan memastikan stabilitas dan kualitas bahan selama penggunaan.
- Morais dkk. (2003). Thermochemical study of the ethylpyridine and ethylpyrazine isomers. Organic & Biomolecular Chemistry doi:10.1039/b308097h
- N¨ather dkk. (2002). Synthesis, Crystal Structures and Investigations on the Thermal Properties of New CuBr(2-Ethylpyrazine) Coordination Polymers. Zeitschrift für Naturforschung B doi:10.1515/znb-2002-1010
- Beck dkk. (2006). Crystal Structure of Poly[(μ3-iodo)(2-ethylpyrazine-N)-silver(I)] Containing a Novel AgX 63 Net. Zeitschrift für Naturforschung B doi:10.1515/znb-2006-0504
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
