TCI E0370 Ethidium Bromide adalah pewarna interkalator asam nukleat yang selama puluhan tahun menjadi reagen andalan pada visualisasi DNA dan RNA di laboratorium biologi molekuler. Molekul ini menyisip di antara pasangan basa untai ganda, dan ketika terikat pada asam nukleat, intensitas fluoresensinya meningkat tajam di bawah penyinaran ultraviolet. Peran praktisnya sangat jelas: setelah sampel dielektroforesis pada gel agarosa, pewarna ini mengubah pita DNA yang semula tidak kasatmata menjadi pita berpendar yang dapat difoto, diukur, dan dibandingkan terhadap penanda ukuran molekul.
Karakteristik yang membuat bahan ini terus dipilih adalah sensitivitas deteksinya yang tinggi pada jumlah DNA yang sangat kecil, prosedur pemakaian yang sederhana, serta kompatibilitasnya dengan hampir semua sistem elektroforesis gel agarosa yang beredar. Pewarna ini dapat dicampurkan langsung ke dalam gel sebelum pemadatan maupun digunakan sebagai larutan perendam pasca-elektroforesis, sehingga alur kerja dapat disesuaikan dengan kebiasaan masing-masing laboratorium. Sinyal yang dihasilkan stabil, mudah dibaca oleh transiluminator UV maupun sistem dokumentasi gel digital, dan hasilnya konsisten antar pengulangan bila konsentrasi larutan kerja dijaga seragam.
Di laboratorium Indonesia, reagen ini umum ditemukan pada laboratorium biologi molekuler perguruan tinggi, laboratorium diagnostik, pusat penelitian bioteknologi, serta laboratorium pemuliaan tanaman dan pengujian pangan. Kegiatan seperti verifikasi hasil PCR, pengecekan integritas DNA genom hasil isolasi, dan praktikum mahasiswa hampir selalu melibatkan pewarna ini. Karena sifatnya yang mutagenik, banyak institusi kini menerapkan prosedur penanganan limbah khusus dan area kerja terbatas untuk penggunaannya.
- Elektroforesis gel agarosa DNA: pewarna menyisip pada untai ganda sehingga pita DNA berpendar kuat di bawah UV dan mudah didokumentasikan secara kuantitatif maupun kualitatif.
- Verifikasi produk PCR: membantu memastikan ukuran amplikon sesuai target dan mendeteksi keberadaan produk nonspesifik atau dimer primer sebelum sampel dilanjutkan ke tahap sekuensing.
- Pemeriksaan integritas DNA genom: pola pita utuh atau terdegradasi dapat dinilai cepat sehingga kualitas hasil isolasi diketahui sebelum sampel dipakai pada eksperimen hilir yang mahal.
- Pewarnaan inti sel pada studi mikroskopi fluoresensi: afinitasnya terhadap asam nukleat memungkinkan visualisasi material inti pada preparat tertentu dengan perangkat filter yang sesuai.
- Pengajaran dan praktikum biologi molekuler: memberi mahasiswa pengalaman langsung membaca hasil elektroforesis dengan reagen klasik yang prosedurnya terdokumentasi sangat baik di literatur.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 1239-45-8 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Life Science > Cell Culture > Cell Staining |
| Ukuran kemasan | 1 g dan 5 g |
| Bentuk fisik | padatan kristalin berwarna merah tua hingga keunguan |
| Penyimpanan | simpan terlindung dari cahaya, wadah tertutup rapat; ikuti anjuran suhu pada label pabrikan |
Ethidium bromide bersifat mutagenik dan iritan, sehingga penanganannya wajib dilakukan di area kerja yang ditetapkan khusus, menggunakan sarung tangan nitril, jas laboratorium, dan pelindung mata. Penimbangan serbuk sebaiknya dilakukan di dalam lemari asam untuk menghindari terhirupnya partikel halus. Simpan wadah dalam keadaan tertutup rapat, terlindung dari cahaya, dan jauh dari bahan pangan maupun area lalu lintas umum laboratorium. Semua limbah cair, gel bekas, sarung tangan, dan ujung pipet terkontaminasi harus dikumpulkan dalam wadah limbah berlabel khusus dan tidak boleh dibuang ke saluran air. Bersihkan tumpahan segera sesuai prosedur institusi, dan lakukan pemaparan UV hanya dengan pelindung wajah yang memadai.
- Fakhri (2014). Assessment of Ethidium bromide and Ethidium monoazide bromide removal from aqueous matrices by adsorption on cupric oxide nanoparticles. Ecotoxicology and Environmental Safety doi:10.1016/j.ecoenv.2013.12.017
- Fukushima (2001). Preparation and characterization of a new polyamide containing ethidium bromide. Polymer Bulletin doi:10.1007/s002890170099
- Sivolob dkk. (2000). Nucleosome dynamics.V. ethidium bromide versus histone tails in modulating ethidium bromide-driven tetrasome chiral transition. A fluorescence study of tetrasomes on DNA minicircles. Journal of Molecular Biology doi:10.1006/jmbi.1999.3301
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
