Vinyl 2-Ethylhexanoate (stabilized with MEHQ), dengan nomor CAS 94-04-2, adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi kimia di laboratorium. Bahan ini termasuk dalam kategori building blocks, khususnya non-heterocyclic, yang sering digunakan sebagai bahan dasar dalam sintesis senyawa organik. Dalam laboratorium, senyawa ini berperan sebagai prekursor untuk pembuatan ester dan senyawa lain yang memiliki aplikasi luas dalam industri kimia dan farmasi.
Vinyl 2-Ethylhexanoate memiliki sifat kimia yang stabil, terutama karena adanya stabilizer MEHQ yang mencegah degradasi selama penyimpanan dan penggunaan. Sifat ini membuatnya menjadi pilihan yang aman dan efisien untuk digunakan dalam berbagai eksperimen. Selain itu, senyawa ini memiliki kelarutan yang baik dalam pelarut organik, sehingga memudahkan proses pencampuran dan reaksi kimia.
Di laboratorium Indonesia, Vinyl 2-Ethylhexanoate sering digunakan dalam penelitian kimia, pengembangan bahan kimia, serta dalam industri farmasi dan kosmetik. Karena kestabilannya dan keberagaman aplikasinya, senyawa ini menjadi bahan yang sangat diminati oleh para peneliti dan pengusaha di sektor kimia.
- Sintesis senyawa ester dalam reaksi kimia organik untuk produksi bahan kimia industri
- Pengembangan bahan baku untuk produk farmasi dan kosmetik yang memerlukan ester
- Reaksi crosslinking dalam pembuatan polimer dan bahan komposit
- Penelitian tentang sifat kimia dan reaktivitas senyawa organik
- Produksi bahan aditif untuk bahan plastik dan bahan kimia industri
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 94-04-2 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25mL, 500mL |
| Bentuk fisik | Cairan |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Vinyl 2-Ethylhexanoate harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, menjauh dari paparan cahaya langsung dan sumber panas. Karena sifatnya yang cair, bahan ini harus disimpan dalam wadah kaca atau plastik yang tahan terhadap reaksi kimia. Selama penanganan, pengguna harus memakai alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk menghindari kontak langsung dengan kulit atau mata.
—
