Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 381670-32-2

(R)-(+)-1-Ethyl-2-pyrrolidinecarboxamide TCI E0468

(R)-(+)-1-Ethyl-2-pyrrolidinecarboxamide TCI E0468

Identitas Kimia

Nama lain
N-Ethyl-D-prolinamide
No. CAS
381670-32-2
Rumus molekul
C7H14N2O
Berat molekul
142.20 g/mol
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
(2R)-1-ethylpyrrolidine-2-carboxamide
SMILES
CCN1CCCC1C(=O)N
InChIKey
LQOASEHNECNLNM-ZCFIWIBFSA-N
MDL
MDL00671532
PubChem
CID 22215364
Harga reguler Rp 3.472.350,00
Harga reguler Harga obral Rp 3.472.350,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 4-5 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI E0468 (R)-(+)-1-Ethyl-2-pyrrolidinecarboxamide adalah enantiomer R dari amida prolina teretilasi, pasangan bayangan cermin dari varian S. Senyawa ini menyediakan kerangka pirolidin kaku dengan gugus karboksamida primer pada posisi dua serta nitrogen tersier yang telah membawa substituen etil. Dalam pekerjaan laboratorium, senyawa enantiomer tunggal seperti ini dipakai baik sebagai bahan awal sintesis maupun sebagai pembanding stereokimia, karena banyak sifat fisik kedua enantiomer identik kecuali arah rotasi bidang cahaya terpolarisasi dan perilakunya pada lingkungan kiral.

Sifat yang membuat bahan ini dipilih adalah kemurnian konfigurasinya yang terdefinisi serta kemampuannya melengkapi rangkaian percobaan yang menuntut kedua enantiomer. Dalam kimia medisinal, dua enantiomer dari satu senyawa dapat memberikan respons biologis yang sangat berbeda, sehingga pengujian keduanya menjadi keharusan metodologis. Gugus amidanya stabil terhadap banyak kondisi reaksi namun tetap dapat direduksi menjadi amina atau didehidrasi menjadi nitril, sementara kerangka pirolidin memberi pembatasan konformasi yang berguna dalam perancangan peptidomimetik dan katalis.

Laboratorium riset kimia dan farmasi di Indonesia memerlukan senyawa semacam ini terutama pada tahap validasi metode analisis kiral dan pada studi hubungan struktur dengan aktivitas. Ketika laboratorium mengembangkan metode kromatografi kolom kiral, memiliki kedua enantiomer memungkinkan verifikasi resolusi puncak secara meyakinkan, dan hal ini sering menjadi syarat dalam dokumentasi mutu maupun publikasi ilmiah.

  • Pembanding enantiomer pada pengembangan metode kromatografi kiral: keberadaan pasangan R dan S memungkinkan verifikasi resolusi puncak secara langsung dan meyakinkan.
  • Sintesis senyawa antara kiral: menyediakan komponen amina enantiomurni konfigurasi R untuk pembentukan amida maupun turunan lain pada rute bertahap.
  • Kajian hubungan struktur dan aktivitas: pengujian kedua enantiomer secara paralel mengungkap kontribusi stereokimia terhadap potensi maupun selektivitas senyawa uji.
  • Perancangan peptidomimetik: kerangka pirolidin kaku membatasi konformasi rantai sehingga berguna untuk meniru elemen struktur sekunder peptida alami.
  • Pengembangan organokatalis dan ligan: gugus amida berperan sebagai donor ikatan hidrogen yang mengarahkan substrat dalam reaksi asimetris berbasis prolina.

Merek TCI
Nomor CAS 381670-32-2
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Chemical Biology > Peptide Chemistry
Ukuran kemasan 1 g dan 5 g
Bentuk fisik rujuk label kemasan dan sertifikat analisis lot dari pabrikan
Penyimpanan wadah tertutup rapat, tempat sejuk dan kering, terlindung dari kelembapan sesuai anjuran pabrikan

Simpan bahan pada wadah asli yang tertutup rapat di lemari bahan kimia sejuk, kering, dan berventilasi baik, terpisah dari asam kuat, basa kuat, dan bahan pengoksidasi. Karena kemurnian enantiomer merupakan nilai utama produk ini, hindari kontaminasi silang dengan menggunakan spatula bersih dan kering untuk setiap pengambilan, serta jangan mengembalikan bahan yang sudah keluar dari botol. Buka wadah seperlunya agar bahan tidak menyerap uap air. Kenakan sarung tangan, kacamata pelindung, dan jas laboratorium, dan lakukan penimbangan di lemari asam untuk mencegah terhirupnya partikel halus. Kelola sisa bahan sebagai limbah kimia berlabel.

—