4-Ethynyltoluene adalah senyawa kimia yang digunakan sebagai bahan dasar dalam sintesis senyawa organik kompleks. Bahan ini memiliki struktur molekul yang terdiri dari gugus etinil (–C≡CH) yang terikat pada cincin toluena, sehingga memberikan sifat reaktif yang tinggi. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai bahan bangunan (building block) untuk menghasilkan senyawa-senyawa dengan struktur tertentu, baik dalam penelitian farmakologi maupun sintesis kimia organik.
4-Ethynyltoluene memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, tetapi sangat reaktif terhadap berbagai reaksi kimia seperti reaksi nucleofilik atau elektrofilik. Karakteristik ini membuatnya sangat diminati dalam penelitian kimia organik, terutama dalam pembentukan ikatan ganda atau triple. Karena sifat reaktivitasnya, senyawa ini memerlukan penanganan yang hati-hati dalam proses penyimpanan dan penggunaan.
Dalam konteks laboratorium di Indonesia, 4-Ethynyltoluene sering digunakan dalam penelitian ilmu kimia, terutama oleh institusi pendidikan tinggi dan lembaga penelitian. Bahan ini juga menjadi pilihan utama dalam proyek-proyek sintesis senyawa baru yang memerlukan bahan dasar dengan struktur tertentu. Ketersediaan dan kualitasnya membuatnya menjadi bahan yang relevan untuk kebutuhan laboratorium lokal.
- Sintesis senyawa organik kompleks yang memerlukan gugus etinil sebagai komponen utama
- Reaksi kimia untuk pembentukan senyawa heterosiklik dengan struktur tertentu
- Penelitian farmakologi dalam pengembangan obat baru dengan struktur molekul spesifik
- Pengujian reaktivitas senyawa kimia dalam berbagai kondisi reaksi
- Pembuatan bahan baku untuk industri kimia dan farmasi
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 766-97-2 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g, 25g |
| Bentuk fisik | Cairan |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
4-Ethynyltoluene harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, menjauh dari sumber panas dan sinar matahari langsung. Bahan ini bersifat reaktif, sehingga perlu ditangani dengan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Penyimpanan dalam lingkungan yang stabil sangat penting untuk menjaga kualitas dan keamanan penggunaan di laboratorium.
- Philis dkk. (2007). An experimental and theoretical study of the S1←S transition of p-ethynyltoluene. The Journal of Chemical Physics doi:10.1063/1.2804865
- Khairul dkk. (2015). Theoretical and Spectroscopic Studies of N-([4-aminophenyl]ethynyltoluene)-N’-(1-naphthanoyl thiourea (ATT) as Carbon Monoxide Gas Chemosensor. Applied Mechanics and Materials doi:10.4028/www.scientific.net/amm.719-720.59
- Tanaka dkk. (2011). Internal rotation of methyl group in electronically excited o- and m-ethynyltoluene: New correlation between the Hammett substituent constant σm and rotational barrier change. The Journal of Chemical Physics doi:10.1063/1.3535596
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
