2-Ethynylnaphthalene adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi kimia, terutama dalam bidang konjugasi kimia dan kimia klik. Senyawa ini memiliki struktur aromatik dengan gugus etinylnaphthalene yang memberikan kemampuan untuk berikatan dengan senyawa lain melalui reaksi kimia tertentu. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai bahan baku untuk sintesis senyawa kompleks, termasuk dalam pengembangan obat dan bahan kimia organik.
2-Ethynylnaphthalene memiliki sifat kimia yang stabil dan reaktif, sehingga cocok untuk berbagai aplikasi dalam penelitian kimia. Karena struktur kimianya yang spesifik, senyawa ini mudah bereaksi dengan ligan atau molekul lain dalam kondisi tertentu. Sifat ini menjadikannya pilihan yang tepat untuk reaksi kimia yang memerlukan spesifisitas tinggi dan kontrol yang baik.
Dalam konteks laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan dalam penelitian kimia murni dan terapan, termasuk dalam bidang farmasi, biokimia, dan material ilmiah. Peneliti di Indonesia sering memanfaatkan senyawa ini untuk eksperimen yang memerlukan reaktivitas dan spesifisitas tinggi, terutama dalam pengembangan senyawa baru dan modifikasi molekuler.
- Reaksi kimia klik untuk sintesis senyawa kompleks
- Pengembangan obat dengan struktur molekuler spesifik
- Penelitian biokimia untuk modifikasi protein
- Sintesis senyawa organik dengan reaktivitas tinggi
- Eksperimen kimia murni untuk studi struktur molekuler
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 2949-26-0 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Chemical Biology > Conjugation Chemistry/Click Chemistry |
| Ukuran kemasan | 100mg |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan kelembapan |
2-Ethynylnaphthalene harus disimpan dalam wadah tertutup yang kedap udara, jauh dari sumber cahaya dan kelembapan. Bahan ini bersifat kimia yang reaktif, sehingga perlu ditangani dengan hati-hati menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Simpan di tempat yang sejuk dan kering untuk mempertahankan kualitas dan kestabilan senyawa.
- Cataldo (2004). Synthesis and properties of poly(ethynylnaphthalene). Polymer Degradation and Stability doi:10.1016/s0141-3910(03)00206-4
- Benniston dkk. (2004). Synthesis of extended ethynylnaphthalene-based ruthenium(II) 2,2′:6′,2″-terpyridine complexes. Tetrahedron Letters doi:10.1016/j.tetlet.2004.08.140
- Yamaguchi dkk. (1992). Synthesis of Deeply Colored Soluble Polyacetylenes from 1-Ethynylnaphthalene and 3,6-Dibutyl-9-ethynylphenanthrene. Chemistry Letters doi:10.1246/cl.1992.1667
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
