Ethyl (3-Hydroxyphenyl)acetate adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi sintesis organik. Bahan ini sering ditemukan dalam laboratorium kimia sebagai bahan baku untuk pembuatan senyawa kompleks seperti obat-obatan, bahan baku farmasi, atau senyawa aromatik. Karena struktur kimianya yang spesifik, senyawa ini berperan sebagai prekursor dalam reaksi substitusi dan reaksi penggabungan.
Ethyl (3-Hydroxyphenyl)acetate memiliki karakteristik kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, tetapi sangat sensitif terhadap kelembapan dan paparan udara. Senyawa ini memiliki aroma yang khas dan mudah larut dalam pelarut organik seperti etil asetat atau aseton. Karena sifat tersebut, senyawa ini sering dipilih dalam reaksi yang membutuhkan kestabilan dan kontrol tinggi.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan dalam penelitian kimia, pengembangan produk farmasi, dan pendidikan. Banyak institusi penelitian dan universitas menggunakan bahan ini untuk eksperimen sintesis senyawa baru. Ketersediaannya di pasar lokal membuatnya mudah diakses untuk keperluan penelitian dan pendidikan.
- Sintesis senyawa farmakologis sebagai bahan baku dalam produksi obat-obatan
- Reaksi penggabungan dalam pembuatan senyawa aromatik kompleks
- Pengujian reaktivitas senyawa dalam reaksi organik
- Penelitian kimia organik untuk pengembangan bahan baru
- Eksperimen pendidikan untuk memahami mekanisme reaksi kimia
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 22446-38-4 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 1g, 5g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat, jauh dari paparan udara dan kelembapan |
Ethyl (3-Hydroxyphenyl)acetate harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan jauh dari sumber panas serta kelembapan. Wadah yang sesuai adalah botol kaca atau plastik yang tahan terhadap reaksi kimia. Dalam penanganan, pastikan untuk menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Senyawa ini tidak beracun dalam dosis kecil, tetapi harus dihindari kontak langsung dengan kulit dan mata.
—
