N1-(2-Ethoxyphenyl)-N2-(2-ethylphenyl)oxalamide adalah senyawa kimia yang digunakan sebagai bahan dasar dalam sintesis senyawa kompleks. Bahan ini memiliki struktur molekuler yang unik, terdiri dari dua gugus fenil yang terhubung melalui gugus oxalamida. Senyawa ini sering digunakan dalam reaksi kimia yang memerlukan reaktivitas tinggi dan kemampuan untuk membentuk ikatan baru. Dalam laboratorium, bahan ini berperan sebagai bahan bantu yang sangat penting untuk pengembangan senyawa baru, terutama dalam bidang farmakologi dan material kimia.
Karakteristik utama senyawa ini adalah kemampuannya untuk berpartisipasi dalam berbagai jenis reaksi kimia seperti reaksi nucleofilik dan elektrofilik. Struktur molekulnya yang kompleks memberikan kestabilan dan reaktivitas yang sesuai untuk berbagai aplikasi. Selain itu, senyawa ini memiliki sifat kimia yang dapat diprediksi, sehingga memudahkan proses sintesis dan pemrosesan di laboratorium.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan dalam penelitian kimia organik, terutama dalam proyek yang melibatkan sintesis senyawa dengan aktivitas biologis. Bahan ini juga sering ditemukan dalam penelitian tentang pengembangan obat dan bahan kimia industri. Karena sifatnya yang stabil dan reaktif, senyawa ini menjadi pilihan utama para peneliti di berbagai institusi pendidikan dan penelitian di Indonesia.
- Sintesis senyawa farmakologis untuk pengembangan obat baru
- Penelitian kimia organik dalam pembuatan bahan kimia industri
- Pengujian aktivitas biologis senyawa kompleks
- Pembuatan senyawa intermediat dalam proses sintesis kimia
- Studi struktur molekuler untuk memahami mekanisme reaksi kimia
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 23949-66-8 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g, 25g |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan kelembapan |
Bahan ini harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan jauh dari sumber cahaya langsung untuk mencegah degradasi. Tempat penyimpanan yang ideal adalah di ruang laboratorium dengan suhu terkontrol dan kelembapan rendah. Saat menangani bahan ini, pengguna harus memakai alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk menghindari kontak langsung. Selain itu, bahan ini tidak boleh disimpan bersama bahan kimia yang bersifat reaktif atau korosif.
—


