4-Formylmorpholine adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi kimia untuk sintesis senyawa heterosiklik dan turunannya. Bahan ini memiliki struktur molekuler yang kompleks, terdiri dari cincin morfolin yang diperlengkapi dengan gugus aldehida di posisi 4. Dalam laboratorium, senyawa ini sering diaplikasikan sebagai bahan dasar (building block) dalam sintesis senyawa organik yang memiliki aktivitas biologis. Karena sifat kimianya yang reaktif, 4-Formylmorpholine digunakan untuk menghasilkan senyawa dengan struktur kompleks dan berbagai fungsi, seperti obat, bahan kimia industri, atau bahan bantu dalam penelitian material.
Senyawa ini memiliki sifat kimia yang sangat reaktif, terutama terhadap reaksi substitusi dan reaksi redoks. Struktur cincin morfolin memberikan stabilitas tertentu, sementara gugus aldehida memungkinkan reaksi lebih lanjut seperti reduksi, oksidasi, atau formasi ikatan baru. Karakteristik ini membuatnya menjadi pilihan utama dalam sintesis senyawa heterosiklik yang membutuhkan kestabilan struktur sekaligus reaktivitas tinggi.
Di laboratorium Indonesia, 4-Formylmorpholine sering digunakan dalam penelitian kimia organik, terutama oleh peneliti yang fokus pada sintesis senyawa dengan aktivitas farmakologis. Bahan ini juga relevan dalam pendidikan kimia tingkat lanjut, sebagai contoh praktis untuk memahami mekanisme reaksi dan penggunaan bahan dasar kimia.
- Sintesis senyawa heterosiklik untuk pengembangan obat
- Reaksi kimia organik dalam penelitian material baru
- Pengujian aktivitas biologis senyawa kimia
- Pembuatan senyawa dengan struktur kompleks dalam kimia farmasi
- Penelitian tentang reaktivitas senyawa aldehida
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 4394-85-8 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25g, 500g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
4-Formylmorpholine harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, menjauh dari paparan udara dan sinar matahari langsung. Karena sifat reaktifnya, bahan ini harus ditangani dengan hati-hati, menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Pastikan wadah tidak bocor dan tidak terpapar kelembapan, karena dapat mempercepat degradasi. Penyimpanan yang tepat memastikan kualitas dan keamanan bahan selama penggunaan di laboratorium.
- DongChu dkk. (2007). (Liquid + liquid) equilibria of three ternary systems: (heptane + benzene +N-formylmorpholine), (heptane + toluene +N-formylmorpholine), (heptane + xylene +N-formylmorpholine) from T= (298.15 to 353.15) K. The Journal of Chemical Thermodynamics doi:10.1016/j.jct.2006.12.004
- Mahmoudi dkk. (2010). (Liquid + liquid) equilibria of (sulfolane + benzene +n-hexane), (N-formylmorpholine + benzene +n-hexane), and (sulfolane +N-formylmorpholine + benzene +n-hexane) at temperatures ranging from (298.15 to 318.15) K: Experimental results and correlation. The Journal of Chemical Thermodynamics doi:10.1016/j.jct.2009.10.010
- Zanka (2000). ChemInform Abstract: A Practical Synthesis of Phenylpropargyl Aldehyde from Phenylacetylene and N‐Formylmorpholine.. ChemInform doi:10.1002/chin.200015090
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
