2-Fluorophenylacetic Acid adalah senyawa kimia yang digunakan sebagai bahan dasar dalam sintesis senyawa organik kompleks. Bahan ini memiliki struktur molekul yang terdiri dari gugus fluoro pada cincin fenil dan rantai asam asetat. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai bahan pembangun (building block) untuk membangun senyawa-senyawa yang memiliki aktivitas biologis, seperti obat-obatan atau bahan kimia industri. Karena sifat kimianya yang stabil dan reaktivitas yang dapat dikontrol, 2-Fluorophenylacetic Acid menjadi pilihan utama dalam berbagai reaksi kimia.
Senyawa ini memiliki sifat polar yang tinggi dan kelarutan yang baik dalam pelarut organik seperti etil asetat atau aseton. Karakteristik ini membuatnya mudah digunakan dalam reaksi substitusi dan reaksi esterifikasi. Selain itu, struktur fluorin pada molekulnya memberikan keunikan dalam reaktivitas dan stabilitas termal, sehingga memungkinkan aplikasi yang lebih luas dalam sintesis senyawa kompleks.
Dalam konteks laboratorium di Indonesia, 2-Fluorophenylacetic Acid digunakan secara luas oleh peneliti kimia, farmasi, dan bioteknologi. Bahan ini sangat relevan untuk penelitian yang berkaitan dengan pengembangan senyawa baru, baik untuk keperluan industri maupun penelitian akademik. Ketersediaannya dalam berbagai varian kemasan juga memudahkan penggunaan dalam skala kecil hingga menengah.
Brosur TCI (PDF)
- Fluorination Reagents, Fluorinated Building Blocks 2026-03-18 · hal. 11
- Sintesis senyawa obat dengan struktur fluorin untuk meningkatkan aktivitas farmakologis
- Pembuatan senyawa organik kompleks dalam penelitian kimia murni
- Pengembangan bahan kimia industri yang memerlukan modifikasi struktur molekul
- Uji aktivitas biologis senyawa baru dalam laboratorium farmasi
- Reaksi esterifikasi dan substitusi dalam sintesis senyawa heterosiklik
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 451-82-1 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Fluorinated Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g, 25g |
| Bentuk fisik | Padat, berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat, jauh dari cahaya dan kelembapan |
2-Fluorophenylacetic Acid harus disimpan dalam wadah tertutup rapat, di tempat yang sejuk dan kering. Hindari paparan langsung dari cahaya matahari dan udara lembap untuk mencegah degradasi. Bahan ini bersifat kimia yang relatif stabil, tetapi tetap perlu dihindari kontak dengan bahan kimia berlebihan atau reaktif. Penggunaan harus dilakukan dalam ruang laboratorium yang terkontrol, dengan penggunaan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker.
- Chasse dkk. (2007). Chromatographic selectivity study of 4-fluorophenylacetic acid positional isomers separation. Journal of Chromatography A doi:10.1016/j.chroma.2007.05.033
- Makieieva dkk. (2026). Experimental 1H, 13C and T1 NMR Studies of Graphene Oxide Interactions with 2-Fluorophenylacetic Acid as a Fluorinated Cathinone Model Supported by Molecular Modelling. Molecules doi:10.3390/molecules31111801
- TAKEUCHI dkk. (1991). ChemInform Abstract: α‐Cyano‐α‐fluorophenylacetic Acid (CFPA): A New Reagent for Determining Enantiomeric Excess That Gives Very Large 19F NMR . delta.δ Values.. ChemInform doi:10.1002/chin.199143064
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
