4-Fluorophenylacetic Acid (4-FPAA) adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi sintesis organik. Bahan ini sering ditemukan dalam laboratorium kimia sebagai bahan baku untuk pembuatan senyawa kompleks, terutama yang mengandung struktur fluor. Dalam proses sintesis, 4-FPAA berperan sebagai komponen penting dalam pembentukan ikatan karbon-fluor, yang memberikan sifat unik pada produk akhir. Bahan ini juga digunakan dalam penelitian farmakologi dan material kimia, karena kemampuannya untuk berinteraksi dengan berbagai reaktan dan katalis.
4-FPAA memiliki struktur molekuler yang stabil dan reaktivitas yang cukup tinggi, sehingga memungkinkan reaksi kimia yang beragam. Senyawa ini bersifat tidak berwarna dan biasanya berbentuk padat, dengan aroma yang tidak terlalu menyengat. Karena sifat kimianya yang spesifik, 4-FPAA sering dipilih dalam penelitian yang memerlukan presisi tinggi dan kontrol ketat terhadap reaksi kimia.
Di laboratorium Indonesia, 4-FPAA digunakan dalam berbagai penelitian ilmiah, terutama di bidang kimia organik, farmasi, dan material. Bahan ini sangat relevan untuk penelitian yang berkembang di bidang teknologi tinggi, seperti pengembangan obat baru atau material berbasis fluor. Ketersediaannya di pasar lokal memudahkan para peneliti untuk melakukan eksperimen yang memerlukan senyawa ini.
Brosur TCI (PDF)
- Fluorination Reagents, Fluorinated Building Blocks 2026-03-18 · hal. 14
- Sintesis senyawa fluorinasi kompleks yang digunakan dalam farmakologi
- Pembuatan bahan aktif farmakologis dengan struktur fluor
- Penelitian tentang reaktivitas senyawa organik dalam kondisi tertentu
- Pengembangan material polimer dengan sifat khusus
- Uji katalis dalam reaksi kimia organik yang memerlukan presisi tinggi
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 405-50-5 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Fluorinated Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g, 25g |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari sinar matahari langsung |
4-Fluorophenylacetic Acid harus disimpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari paparan sinar matahari langsung. Wadah yang sesuai adalah wadah kaca atau plastik yang tahan terhadap reaksi kimia. Dalam penanganan, pastikan untuk menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker, karena bahan ini bisa menyebabkan iritasi pada kulit atau mata. Selalu simpan bahan ini di tempat yang aman dan terkunci, serta hindari kontak langsung dengan kulit atau mata.
- Chasse dkk. (2007). Chromatographic selectivity study of 4-fluorophenylacetic acid positional isomers separation. Journal of Chromatography A doi:10.1016/j.chroma.2007.05.033
- Makieieva dkk. (2026). Experimental 1H, 13C and T1 NMR Studies of Graphene Oxide Interactions with 2-Fluorophenylacetic Acid as a Fluorinated Cathinone Model Supported by Molecular Modelling. Molecules doi:10.3390/molecules31111801
- TAKEUCHI dkk. (1991). ChemInform Abstract: α‐Cyano‐α‐fluorophenylacetic Acid (CFPA): A New Reagent for Determining Enantiomeric Excess That Gives Very Large 19F NMR . delta.δ Values.. ChemInform doi:10.1002/chin.199143064
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
