5-Formylsalicylic Acid adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi kimia dan sintesis organik. Bahan ini memiliki struktur molekul yang sederhana namun sangat bermanfaat dalam pembuatan senyawa kompleks. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai bahan baku untuk sintesis senyawa heterosiklik, obat, dan bahan kimia industri. Karena sifatnya yang reaktif, senyawa ini menjadi pilihan utama dalam berbagai eksperimen kimia yang memerlukan reaksi substitusi atau oksidasi.
5-Formylsalicylic Acid memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, namun sangat sensitif terhadap kelembapan dan paparan udara. Senyawa ini bersifat larut dalam pelarut organik seperti etil asetat dan etanol, sehingga mudah digunakan dalam reaksi kimia yang memerlukan pelarut. Karena kemurnian tinggi dan konsistensi sifatnya, senyawa ini dipilih sebagai bahan baku yang andal dalam laboratorium.
Di laboratorium Indonesia, 5-Formylsalicylic Acid sering digunakan dalam penelitian kimia murni dan terapan. Bahan ini menjadi bagian dari eksperimen kimia di berbagai institusi pendidikan dan penelitian, termasuk universitas dan lembaga riset. Ketersediaannya yang terjangkau dan kualitasnya yang baik menjadikannya pilihan utama para peneliti dan mahasiswa.
- Sintesis senyawa heterosiklik untuk pengembangan obat baru
- Reaksi oksidasi dalam studi struktur molekul organik
- Pembuatan senyawa aromatik untuk analisis kimia
- Eksperimen kimia murni dalam pendidikan tingkat universitas
- Penelitian tentang reaktivitas senyawa aromatik
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 616-76-2 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g, 25g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk kristal |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat, jauh dari kelembapan |
5-Formylsalicylic Acid harus disimpan dalam wadah kaca atau plastik yang kedap udara, serta jauh dari sumber panas dan kelembapan. Bahan ini sangat sensitif terhadap kelembapan, sehingga wadah harus ditutup rapat setelah digunakan. Dalam laboratorium, bahan ini harus ditangani dengan sarung tangan dan alat pelindung lainnya untuk mencegah kontak langsung dengan kulit atau mata.
- Mahmoud (1997). Silica-immobilized formylsalicylic acid as a selective phase for the extraction of iron(III). Talanta doi:10.1016/s0039-9140(96)01960-1
- Saleh (2000). Iron(III) ionophores based on formylsalicylic acid derivatives as sensors for ion-selective electrodes. The Analyst doi:10.1039/a905530d
- Andruh dkk. (2007). Organic Chemistry for Inorganic Chemists: Unsymmetrical Schiff Bases Derived from 3‐Formylsalicylic Acid as Versatile Ligands in Coordination Chemistry. ChemInform doi:10.1002/chin.200709246
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
